DMI.OR.ID, JALUR GAZA – Salah satu hal yang luar biasa dari pembangunan Masjid Daarut Tauhid di Deir Balah, Gaza Tengah, Palestina, adalah Organisasi Non-Pemerintah (NGO) lokal yang secara rutin mengecek kemajuan (progress) pembangunan masjid tetapi tidak meminta imbalan. Bahkan, mereka menolak menerima uang transportasi.

Ketua koordinator Yayasan Daarul Qur’an Nusantara cabang Gaza, Palestina, H. Abdillah Onim, menyatakan hal itu dalam rilisnya kepada DMI.OR.ID, Ahad (3/1) sore.

“Ini bagian dari tanggung jawab kami selaku putra daerah, apalagi ini rumah ibadah bagi kita, ummat Islam. Kami siap bantu sesuai dengan kemampuan kami, tentu hanya berharap ridho Allah SWT,” tutur Abdillah pada Ahad (3/1), menirukan kata-kata seorang pemimpin NGO Lokal Palestina, Ir. Jomah Al-Najjar.

Menurutnya, dengan izin Allah SWT, Masjid Daarut Tauhiid Indonesia di Gaza, Palestina, telah diresmikan pada Kamis (31/12) pagi, Pukul 10.00 WIB waktu setempat.

“Masjid Daarut Tauhiid Indonesia di Gaza, Palestina, sudah diresmikan dan telah dimanfaatkan oleh kaum Muslimin di Deir Balah, Gaza Tengah, Palestina,” papar Onim yang juga jurnalis Suara Palestine.

Bahkan dua hari sebelumnya, ungkap Abdillah, undangan peresmian telah tersebar di seluruh elemen masyarakat Palestina.

Adapun para undangan yang hadir dalam peresmian Masjid ini, ujarnya, adalah para ulama, Wali Kota Gaza, Kepala Kepolisian Gaza Tengah, Wakil Menteri Agama dan Waqaf Gaza, Syeikh Abu Darwis, serta para pengajar Daarul Qur’an Nusantara Cabang Gaza.

Bahkan, jelasnya, hadir pula ratusan santri Darul Qur’an (DAQU) Gaza, Daarul Qur’an wa Sunnah Gaza, berbagai ketua NGO Lokal di Gaza, tokoh masyarakat, Syeikh Abu Nabhan, para pendakwah, dosen, dan Doktor, ratusan warga sipil, jama’ah tabligh, serta Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi Relawan Rumah Sakit Indonesia.

Dalam acara pembukaan ini, perwakilan Indonesia di Gaza, Palestina, Abdillah Onim, turut memberikan sambutan dalam dua bahas, yakni Indonesia dan Arab. Pemberi kata sambutan lainnya ialah Menteri Agama dan Waqaf, Syeikh Abu Darwis, dan Tokoh Masyarakat, Syeikh Abu Nabhan.

Adapun pemandu acara, lanjtnya, ialah Syeikh Abu Hudaifah yang juga seorang Doktor di bidang fiqh dan syari’ah.

“Awalnya, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dijadwalkan akan menyampaikan kata sambutan melalui skype. Namun, sayangnya rencana ini batal karena listrik mati serentak akibat Gaza masih mengalami krisis listrik,” ungkapnya.

Akhirnya, Aa. Gym hanya menyampaikan salam kepada jama’ah warga Gaza melalui jairngan telepon langsung kepada Abdillah Onim, lalu ia menyampaikannya kepada para jama’ah.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani