DMI.OR.ID, SIDOARJO – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Timur (Jatim) telah memperbaiki dan membenahi sound system (akustik) di 11.000 masjid yang tersebar di 38 kabupaten/ kota se-Jatim sejak program ini digulirkan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) DMI, DR. H. Muhammad Jusuf Kalla, pada 2014 lalu.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) DMI Jatim, Drs. H. Muhammad Roziqi, M.M., M.B.A., menyatakan hal itu pada Ahad (23/7), seperti dilansir dari laman www.ngopibareng.com. Tepatnya, saat memberikan sambutan dan meresmikan kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dan Halal bi Halal PW DMI Jatim di Hotel Utami, Sidoarjo.

Kegiatan ini mengangkat tema: Penguatan Kinerja DMI Dalam Meningkatkan Ekonomi Jama’ah Masjid. Acara ditutup secara resmi oleh Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifulah Yusuf. Turut hadir dan memberikan taushiyah dalam acara ini yakni Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) DMI, Drs. KH. Masdar Farid Mas’udi, M.Si., yang juga Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Alhamdulilah, sampai saat ini sudah 11 ribu lebih masjid yang didatangi oleh tim akustik masjid DMI Jatim. Mereka telah memperbaiki sound system di masjid-masjid itu dengan 11 mobil akustik yang dioperasikan DMI Jatim,” tutur H. Muhammad Roziqi pada Ahad (23/7).

Program perbaikan akustik masjid, lanjutnya, merupakan program yang sangat baik. Namun pelaksanaannya belum bisa optimal karena DMI Jatim sering terbentur dengan biaya operasional mobil akustik masjid yang tidak memadai.

“Sebetulnya, setiap mobil ditarget dalam sebulan bisa melakukan kunjungan ke 25 masjid. Tapi banyak yang tidak tercapai karena keterbatasan biaya operasional untuk menjalankan mobil dan personelnya,” ungkap H. Roziqi.

Pernyataan senada diungkapkan oleh Kyai Masdar saat memberikan kata sambutan dalam acara ini. Revitalisasi akustik masjid merupakan program unggulan DMI karena sebagin besar ktifitas masjid ialah mendengar. “Jadi sound sistem masjid harus bagus dan ini yang jarang mendapat perhatian,” ungkap Kyai Masdar pada Ahad (23/7).

“DMI itu lebih banyak memperhatikan hal-hal yang tidak diperhatikan ormas-ormas pemilik masjid seperti sound system. Jadi DMI lebih bersifat melengkapi apa yang belum dilakukan masjid dan ormas-ormas pemiliknya,” jelas Kyai Masdar yang juga Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.

Dalam rilisnya kepada DMI.OR.ID, Senin (24/7) pagi, Sekretaris PW DMI Provinsi Jatim, Drs. H. Suhadi, M.A., menyatakan bahwa Rakerwil ini dihadiri oleh 32 Pimpinan Daerah (PD) DMI Kota/ Kabupaten se-Jatim. “Tepatnya PD DMI dari 25 kabupaten dan PD DMI dari tujuh kota se-Jatim,” tutur H. Suhadi.

“Alhamdulilah, kegiatan Rakerwil PW DMI Jatim ini dihadiri oleh PD DMI dari 25 kabupaten se-Jatim, yakni Kabupten Magetan, Ngawi, Ponorogo, Trenggalek, Pacitan, Blitar, Nganjuk, Bojonegoro, Lamongan, Tuban, Jombang, Mojokerto, Kediri, Malang, Pasuruan, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Pamekasan, Sampang, Sumenep, Gresik, dan Sidoarjo,” tutur H. Suhadi.

Adapun PD DMI dari tujuh kota yang ikut hadir dalam kegiatan ini, lanjutnya, ialah Kota Mojokerto, Kediri, Surabaya, Pasuruan, Batu, Malang, dan Madiun. “Sedangkan enam PD DMI lainnya yang berhalangan atau tidak hadir dalam kegiatan ini ialah dari Kabupaten Madiun, Bangkalan, Probolinggo, dan Tulungagung, serta Kota Blitar, dan Probolingo.” paparnya.

Acara ini, imbuhnya, juga dihadiri oleh perwakilan badan-badan otonom DMI Jatim seperti ibu-ibu dari Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMTM), serta jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dan para undangan lainnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani