DMINEWS, JAKARTA – Indonesia harus menjadi bangsa yang terkuat dan terdepan di segala bidang, baik di kawasan Asia dan Afrika maupun di level internasional.

Apalagi, Indonesia adalah tuan rumah Peringatan ke-60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 19-24 April mendatang di Bandung dan Jakarta.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), Andi Aulia Rahman, menyatakan hal itu dalam rilisnya kepada DMINEWS, Rabu (15/4) pagi.

“Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Muhammad Jusuf Kalla harus dapat memanfaatkan peringatan ke-60 Tahun KAA sebagai momentum untuk memperkuat peran dan keberadaan Indonesia, baik di level kawasan maupun internasional,” tutur Andi pada Rabu (15/4) pagi.

Menurutnya, Peringatan ke-60 KAA adalah sebuah gerakan untuk membangun dunia yang lebih adil, tenteram, jauh dari konflik dan sejahtera. Semangat KAA berawal pada 1955 silam, yakni membebaskan bangsa Asia dan Afrika dari penjajahan kolonialisme.

“Saat ini semangat KAA 1955 harus tetap diutamakan, namun dengan konteks yang berbeda. Jadi bukan lagi semangat bebas dari penjajahan, tetapi semangat untuk membangun dunia yang lebih baik lagi,” ungkap Andi.

Tepatnya, dunia yang aman, tenteram, jauh dari konflik dan terkait dengan kemajudan dan kesejahteraan di masing-masing negara Asia dan Afrika. “Momentum KAA 2015 ini semangatnya harus ke arah sana,” tegasnya.

“Mahasiswa siap mendukung dan mensukseskan KAA 2015 yang akan digelar di Jakarta dan Bandung ini. Dengan momentum sebagai tuan rumah, tentu dukungan dari masyarakat akan sangat berguna dan bermanfaat demi berlangsungnya peristiwa bertaraf internasional itu,” jelasnya.

Masyarakat, ujarnya, harus menjadi tuan rumah yang baik dalam pelaksanaan KAA nanti. Kita harus memastikan negara Indonesia aman dan kondusif.

“Tentu tugas ini bukan hanya tanggung jawab Kepolisian Republik Indonesia (Polri), tetapi juga masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani