DMI.OR.ID, KUPANG – Sejumlah masjid dan panti asuhan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapatkan santunan dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT dalam acara Buka Puasa Bersama Keluarga Besar BPD NTT di Restoran dan Ballroom Grand Mutiara, Kupang, pada Rabu (8/7) malam.

Kegiatan rutin tahunan ini mengambil tema Berbagi Kasih di Bulan Ramadhan Penuh Berkah dan bertujuan mempererat tali silaturrahim dengan ummat Muslim di Provinsi NTT. Dalam kegiatan ini, hadir pula Direktur Utama (Dirut) BPD NTT, Daniel Tagu Dedo.

Seperti dilansir laman http://kupang.tribunnews.com, BPD NTT memberikan santuan sebesar Rp 10 juta, masing-masing kepada Masjid Al-Falah di Manikin, Al-Istiqomah di Bau-Bau, Al-Furqan di Manusak, Nurul Ikhwan di Bolog, dan Al-Faidah di Liliba. Masjid-masjid ini tersebar di kota Kupang dan sekitarnya di Provinsi NTT.

BPD NTT juga memberikan santunan kepada sejumlah Panti Asuhan sebesar Rp 4 juta, masing-masing kepada Panti Asuhan Hidayatullah di Batakte, Attin di Namosain, Al-Hikmah di Nun Bau Sabu (NBS) dan Nurusa’dah di Fontein milik Muhammadiyah. BPD NTT juga memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada 200 anak yatim.

Dalam sambutannya Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Wilayah NTT, KH. Abdul Kadir Makarim, menyatakan tidak semua orang bisa berbagi kasih. Berbagi kasih di bulan Ramadhan pahalanya berlipat ganda.

“Mudah-mudahan Bank NTT dapat melanjutkan kegiatan seperti ini untuk terus memperhatikan dhuafa dan yatim piatu. Terima kasih Bank NTT yang begitu peduli,” tutur Abdul Kadir dalam sambutannya.

Ia pun berharap acara seperti ini dapat ditiru oleh pimpinan yang lain karena anak-anak yatim sangat senang ketika diundang menghadiri acara ini.

Sedangkan dalam kuliah tujuh menit (kultum), Ustadz H. Muchsin Thalib menyampaikan bahwa ajaran cinta dan kasih sayang merupakan religiusitas manusia sehingga bisa berbagi kasih.

“Hidup harus diwarnai semangat spiritual. BPD NTT dalam perspektif agama telah membangun nilai-nilai spritualitas itu,” paparnya.

Sementara Dirut Bank NTT, Daniel Tagu Dedo, menyataan seluruh keluarga besar BPD NTT, baik yang beragama Islam maupun Kristen, berkumpul untuk buka puasa bersama guna memupuk rasa persaudaraan dan silaturrahim.

“Puasa merupakan kewajiban. Di agama Kristen juga ada puasa, yakni Puasa Daniel yang pantang memakan makanan lezat selama 21 hari. Itu namanya puasa kesederhanaan. Bulan puasa merupakan momentum yang baik bagi yang melaksanakan maupun tidak,” tutur Daniel.

Daniel pun mengaku sering berkata pada keluarganya untuk harus banyak belajar dengan saudara yang beragama muslim. Puasa satu bulan penuh dan sholat lima kali sehari. Saya pun setiap kali berdoa tiga kali sehari membaca Alkitab,” tuturnya.

“Saya berharap persaudaraan ini bisa langgeng sampai kapan pun, sehingga kita bisa bersatu untuk membangun Provinsi NTT,” ujar Daniel.

Dalam acara ini, hadir pula Ketua DPRD NTT, Anggota DPRD NTT, Komisaris BPD NTT, Ketua Dewan Pimpinan MUI Wilayah NTT, Foru Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), beserta para pimpinan masjid, pesantren, panti asuhan dan undangan lainnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani