AKURAT.CO Mengawali agenda 2021, Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia dibawah kepemimpinan Dr (HC.) Jusuf Kalla mengadakan FGD Modul Dakwah Toleran dan Moderat bagi Muballigh-Muballighah berbasis Masjid pada hari Sabtu (02/01/2021) secara online.

Modul ini disusun tim Departemen Pemberdayaan Potensi Muslimah, Anak, dan Keluarga (PPMAK), salah satu departemen PP DMI sebagai tindak lanjut atas amanah Muktamar PP DMI Tahun 2017. Dr. Iklilah MDF, ketua tim penulis modul menyampaikan bahwa modul ini disusun dengan mempertimbangkan konteks spesifik muballigh, terutama muballighah yang tergabung dalam organisasi otonom PP DMI.

Karena itu, dalam penyusunan modul yang dukungan oleh pemerintah Australia melalui program Australia Grant Scheme (AGS) ini, tim penyusun menggunakan berbagai metode dan strategi yang partisipatif dengan tetap mengedepankan analisis sejarah Rasulullah dalam berdakwah.

Dr. H. Imam Addaruquthni dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini akan dirancang sebagai program nasional PP DMI yang akan dikembangkan secara massif di seluruh Indonesia. Sekjen PP DMI ini juga menyatakan bahwa modul ini merupakan salah satu bukti nyata komitmen PP DMI dalam memastikan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia tetap terjaga. Para muballigh dan muballighah harus menyadari bahwa dakwah harus mengedepankan kerukunan dan perdamaian dalam masyarakat Indonesia yang plural.

Ke depan, program ini akan disinergikan dengan program-program pemerintah, terutama dengan BNPT, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Agama.

Modul pelatihan yang rencananya akan diujicobakan pada sejumlah pengurus di tingkat wilayah ini mendapat banyak masukan dari para tokoh nasional, di antaranya Dr. (HC.) KH. Husein Muhammad, Dr. Hj. Maria Ulfah Anshor, M.Si, dan Nyai Hj. Badriyah Fayumi, MA.

Selain ketiga tokoh yang menjadi narasumber FGD ini, naskah modul pelatihan juga mendapat sejumlah masukan dari pengurus PP. DMI dan organisasi otonom DMI, seperti Korps Muballighah, BKMM, dan BPTKI. Arifin Wahid, salah satu PW. DMI Sulawesi Utara mengusulkan isu muallaf sebagai bagian yang penting dimasukkan dalam modul ini, mengingat jumlah muallaf di Sulut cukup signifikan dan perlu ada keberpihakan dalam materi dakwah yang dilakukan di wilayah masjid.

Di akhir diskusi, KH. Husein Muhammad menyampaikan harapan besar modul ini akan menjadi modul yang tidak hanya diterapkan di Indonesia, namun juga digunakan di tingkat internasional sebagaimana Dawrah Islam dan Gender yang pernah disusunnya beberapa tahun silam.

Badriyah Fayumi dan Maria Ulfah Anshor juga menyampaikan apresiasi atas modul yang sudah tersusun ini, bahkan Badriyah menyatakan bahwa modul ini memiliki potensi yang sangat besar dalam membangun nilai-nilai Islam Rahmatan lil ‘Alamin di Indonesia karena modul ini menggunakan masjid sebagai kekuatan. Pernyataan Badriyah ini relevan dengan pernyataan Ketua Umum PP DMI, Jusuf Kalla, dalam berbagai pemberitaan sebelumnya, bahwa jumlah masjid dan mushalla di Indonesia mencapai 800 Ribu dan merupakan rumah ibadah umat Islam terbanyak di dunia.

Sumber :https://akurat.co/iptek/id-1259562-read-dewan-masjid-indonesia-kembangkan-modul-dakwah-toleran-dan-moderat