DMI.OR ID, JAKARTA – Negara (Kapolri) Jenderal Drs Haji Muhammad Tito Karnavian MA, PhD, mengaku bangsa dan apresiasi yang luar biasa terhadap kiprah dan eksistensi Ormas Islam Muhammadiyah.

Hal itu ditegaskan Jenderal Tito ketika memberikan orasi ilmiah di acara wisuda sarjana Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Sabtu (23/9).

“Keberadaan dan kiprah Muhammadiyah bagi bangsa dan negara sangat besar sekali. Bulan depan Muhammadiyah berusia 105 tahun, ini jelas bukti nyata bahwa Muhammadiyah telah lama mengabdi kepada bangsa dan negara sebelum bangsa Indonesia ini berdiri,” tegas Kapolri.

Dalam pandangan lulusan terbaik Akpol 1987 itu, di luar Pemerintah, Muhammadiyah adalah ormas yang memiliki networking paling luas hingga ke desa-desa di seluruh Indonesia.

“Jumlah anggotanya yang 50 jutaan, jaringannya yang sangat luas, dan bidang amal usaha yang secara konsisten digarap, telah menjadikan Muhammadiyah sebagai ormas dengan jangkauan dan kontribusi yang sangat besar bagi negeri ini,” paparnya.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu menjelaskan, pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan sangat cerdas dan tepat ketika mendirikan ormas tersebut fokus di jalur pendidikan dan layanan kesehatan juga sosial.

“Perbaikan suatu bangsa, suatu umat tidak bisa diraih tanpa adanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik dan unggul. SDM baik dan unggul tidak akan tercapai jika tidak ada pendidikan yang baik dan berkualitas. Muhammadiyah sangat tepat menekuni jalur pendidikan,” urai Kapolri.

Mantan Kepala BNPT itu menegaskan, jumlah perguruan tinggi Muhammadiyah yang hampir mencapai 200 lembaga, lebih 100 rumah sakit dan rumah bersalin, serta lebih 20 ribu sekolah dari TK hingga SMU/SMK, adalah lahan strategis mencetak SDM unggul.

“Kompetisi kedepan hanya bisa diraih dengan SDM unggul, siapapun dan negara manapun. Yang unggul yang akan menguasai percaturan. Untuk itu, sekali lagi saya sampaikan apresiasi, salut dan terima kasih sebesar-besar kepada Muhammadiyah atas kiprah dan kontribusinya yang tanpa lelah,” demikian Jenderal Tito.

Kapolri berharap Muhammadiyah terus menjadi pelopor dan lokomotif perubahan, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas SDM dan perbaikan sosial kemasyarakatan.

Usai memberikan orasi ilmiah yang bertema “Menuju Indonesia Negara Yang Mendominasi dan Berpengaruh” selama hampir 2 jam itu, Kapolri didaulat menjadi Warga Kehormatan UMP dan Muhammadiyah ditandai dengan pemakaian selempang dan jas civitas akademika UMP yang dikenakan kepada Kapolri oleh rektor UMP, Prof Dr Syamsuhadi Irsyad.

“Ini kebanggaan saya lainnya, diangkat menjadi warga kehormatan Muhammadiyah dan UMP. Saya merasa terhormat dan terima kasih kepada rektor dan segenap civitas atas penganugerahan warga kehormatan ini. Ini bisa memacu saya untuk lebih bisa memberikan kiprah dan sinergi dengan Muhammadiyah kedepan, khususnya di bidang keilmuan,” jelas mantan Kapolda Papua tersebut.

Mengakhiri orasinya, tak lupa Jenderal Tito menyampaikan salam penutup khas Muhammadiyah “Fastabiqul Khoirot”, yang berarti berlomba-lomba dalam kebaikan. Salam khas itu langsung disambut gemuruh aplaus seluruh wisudawan/wisudawati dan seluruh undangan yang hadir.

Dalam kesempatan kunjungan setengah hari ke Purwokerto, Kapolri didampingi PJU Mabes seperti Wakabik Intelkam Irjen Pol Luki Hermawan, Karopenmas Mabes Brigjen Riekwanto, Korspri Kapolri Kombes Rahmad, Akademisi Hery Sucipto, dan Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono yang menyambut di Purwokerto. Dari PP Muhammadiyah, hadir Ketua Majelis Dikti Dr Chairil Anwar. (Hery)