DMI.OR.ID, JAKARTA – Dewan Masjid Indonesia (DMI) bekerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) sedang membuat buku mengenai Pedoman Perancangan Masjid. Kerja sama ini ditandai dengan penyelenggaraan diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion) antara DMI dan IAI pada Jumat (27/7), bertempat di Kantor PP DMI, Jakarta.

Dalam diskusi kelompok terpumpun ini, permasalahan utama yang dibahas ialah teknis rancang bangun masjid. Persoalan lainnya yang turut dibahas yakni masjid ramah anak, masjid ramah penyandang disabilitas, masjid ramah orang tua (usia lanjut), rancang bangun akustik masjid, arsitektur masjid khas nusantara, dan pengembangan masjid cerdas (Smart Masjid).

Berdasarkan pantauan DMI.OR.ID, kegatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) DMI, Drs. H. Muhammad Natsir Zubaidi. Turut hadir dan menyampaikan pandangan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP DMI, Drs. H. Imam Addaruqutni, M.A., dan Sekjen Pengurus Nasional IAI, Muhammad Amri.

Turut hadir dan memberikan tanggapan Ketua dan dua anggota Departemen Komunikasi, Informasi (Kominfo), Arsitektur Masjid, dan Infrastruktur PP DMI, yakni H. Achmad SugihartoH. Fauzan A. T. Noe’man, B.F.A., B. Arch., dan Ir. H. Rahmad Widodo, M.Si. Hadir pula Sekretaris Departemen Pemberdayaan Organisasi dan Pembinaan Kewilayahan PP DMI, Drs. H. Chusnul Khuluk, M.M.

Dalam forum diskusi ini Sekjen PP DMI, Drs. H. Imam Addaruqutni, menyatakan bahwa kitab suci Al-Qur’an dan hadits Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam harus menjadi dasar pedoman dalam mendirikan masjid.

“Tafsir dari ayat-ayat al-Qur’an dan hadits memiliki visi bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat sholat berjama’ah. Masjid juga berfungsi untuk berbagai kegiatan keagamaan. Itu sebabnya masjid dijuluki sebagai Pusat Ibadah dan Kebudayaan Islam,” tutur Ustaz Imam pada Jumat (27/7).

Dalam acara ini Sekjen Pengurus Nasional IAI, Muhammad Amri, menyatakan bahwa kerja sama antara IAI dan DMI sangat dibutuhkan untuk mengembangkan pedoman Perancangan Masjid bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Agar di masa depan Indonesia memiliki Pedoman perancangan masjid, seperti masjid ramah manula (orang tua), masjid ramah anak dan penyandang disabilitas, tata suara masjid, arsitektur nusantara, dan ide pengembangan Smart Masjid yang dipersembahkan oleh Telkom Indonesia,” papar Amri pada Jumat (27/7) sore.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani