DMI.OR.ID, JAMBI – Pimpinan Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Jambi mengukuhkan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baitul Makmur di Kelurahan Ekajaya, Kecamatan Paalmerah, kota Jambi, pada Jumat (11/11).

Pengukuhan DKM Baitul Makmur ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, H. Syarif Fasha, M.E., yang juga Ketua PD DMI Kota Jambi.

H. Syarif Pasha pun disambut dengan iringan musik hadrah dan lantunan sholawat nabi ketika memasuki area masjid. Ia juga memberikan kata sambutan di depan para jamaah dan pengurus DKM Baitul Makmur.

“Kita perlu mendekatkan anak-anak dengan masjid. Sejak dini, anak-anak harus membiasakan dirinya untuk beribadah shalat dan mengaji di masjid. Tujuannya agar kelak masjid menjadi tempat yang menyenangkan baginya,” tutur H. Syarif Fasha pada jumat (11/11), seperti dikutip dari laman http://www.jambiupdate.co/.

Ia pun tidak setuju jika ada sebagian orang tua atau pengurus masjid yang melarang anak-anak untuk datang ke masjid dengan alasan takut kotor. Kekhawatiran seperti itu tidak beralasan.

“Memelihara kebersihan masjid atau langgar sudah menjadi keharusan rutin bagi pengurus masjid. Sedangkan mengenalkan anak-anak denganmasjidakan bernilai lebih bagi pertumbuhan mentaldan spiritual anak-anak,” papar Syarif.

Menurutnya, ummat Islam perlu membiasakan anak-anak dalam ketaatan beribadah seperti melaksanakan sholat berjamaah dan mengaji sejak masih kecil, terutama di dalam masjid.

“Anak-anak harus dikenalkan dengan masjid sehingga akan bernilai lebih bagi pertumbuhan mental dan spiritual mereka,” jelasnya.

Sesungguhnya, lanjut Syarif, pemandangan-pemandangan yang mereka lihat dan dengar saat di dalam masjid seperti dzikir, bacaan Al-Quran, takbir, tahmid, dan tasbih itu memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam jiwa mereka tanpa mereka sadari. “Pengaruh tersebut akan terus tertanam hingga mereka dewasa nanti,” imbuhnya.

“Saya dulu sering main di masjid, saya juga pernah tertidur di masjid, bahkan pernah didalam bedug masjid. Jadi ikatan kebatinan saya dengan masjid sangat kuat,” jelas Wali Kota Syarif saat menceritakan masa kecilnya yang sering mengaji, dan bermain di masjid. Itu sebabnya ia merasa selalu dekat dengan masjid.

Syarif pun mengingatkan riwayat Nabi Muhammad SAW yang pernah membawa cucunya, Sayyidina Al-Hasan dan Al-Husein saat ke masjid. “Namun, peran orang tua juga penting agar tidak luput perhatiannya saat membawa anak-anaknya ke masjid,” imbuhnya.

Minimal, ucapnya, anak-anak yang dibawa ke masjid telah berusia tujuh tahun atau yang sudah tidak lagi buang air sembarangan.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani