DMI.OR.ID, PALEMBANG – Pimpinan Daerh (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Palembang bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah (LAZIS) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (WS2JB) menyelenggarakan Pelatihan Khotib, Muballigh, dan ImamĀ pada Ahad (25/12) hingga Senin (26/12).

Kegiatan ini berlangsung di Masjid Nurul Ikhwan, Kantor PT. PLN (Persero) WS2JB, Jalan Kapten Ahmad Rivai, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), dan diikuti oleh 100 peserta dari pengurus DMI dan sejumlah masjid di Kota Palembang.

Adapun narasumber dalam kegiatan ini ialah Sekretaris Departemen Dakwah dan Pengkajian Pimpinan Pusat (PP) DMI, Ustaz, Drs. H. Ahmad Yani, yang juga Ketua Lembaga Pengkajiandan Pengembangan Dakwah (LPPD) Khairu Ummah.

Dalam rilisnya kepada DMI.OR.ID, Senin (26/12), Ustaz Ahmad Yani menyatakan bahwa pada praktik hari pertama, semua peserta diharuskan menyampaikan praktek ceramah kuliah tujuh menit (kultum) secara berkelompok.

“Kemudian, 100 peserta pelatihan khotib itu berpraktik khutbah secara berkelompok, lalu dipilih dan diseleksi menjadi 13 peserta dengan penilaian khutbah terbaik di kelompoknya masing-masing,” papar Ustaz Yani dalam rilisnya, Senin (26/12).

Pada hari kedua, lanjutnya, 13 orang yang sudah diseleksi dengan nilai khutbah terbaik itu kembali praktek Khutbah dihadapan semua peserta. DariĀ 13 orang itu, Ustaz Yani memberi nilai tertinggi kepada Toni, seorang petugas satpam di Kantor PLN Palembang.

“Bicaranya (Toni) mengalir, tanpa teks dan catatan tetapi menguasai masalah yang dibahas. Hanya posisi tubuh saja yang tampak kurang rileks,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua PD DMI Kota Palembang, Drs. H. Imron Rosyidi, yang juga Imam Masjid Nurul Ikhwan di Kantor PT. PLN (Persero) WS2JB, Palembang.

“Saya akan menjadikan Pak Tony sebagai khatib cadangan di Masjid Nurul Ikhwan, Kantor PT PLN (Persero) WS2JB, Palembang,” tutur H. Imron Rosyidi seperti diungkapkan Ustaz Yani dalam rilisnya kepada DMI.OR.ID, Senin (26/12).

H. Imron menyatakan hal itu setelah melihat sendiri kemampuan berkhutbah Pak Tony dan 12 peserta lainnya yang memperoleh penilaian khutbah terbaik dari Ustaz Ahmad Yani.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani