DMI.OR.ID, LUBUK LINGGAU – Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuk Linggau sudah membantu 152 masjid dari total 204 masjid yang ada. Saat ini, hanya tersisa 52 masjid yang masih belum dibantu oleh Pemkot Lubuk Linggau.

Ketua Pimpinan Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Lubuk Linggau, H. Tarmizi Yusuf, menyatakan hal ini pada Sabtu (9/4) di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan (Sumsel), saat memberikan sambutan dalam acara Musyawarah Wilayah (Muswil) V DMI Sumsel dengan tema: Memakmurkan dan DImakmurkan Masjid.

“Saat ini, tersisa 52 masjid yang belum kita bantu dari 204 masjid se-kota Lubuk Linggau. Bagi mereka yang sudah dibantu, kita imbau terus untuk melakukan program-program lanjutan dalam rangka memakmurkan masjid,” papa Tarmizi pada Sabtu (9/4), seperti dikutip dari laman www.linggaupos.co.id .

Hal ini, lanjutnya, sesuai dengan amanat Wali Kota Lubuk Linggau, seperti program celengan surga, pelatihan manajemen pengurus masjid, dan program-program lain yang harus terus dijalankan.

Dalam sambutannya Wali Kota Lubuk Linggau, Drs. H. SN. Prana Putra Sohe, M.M., membenarkan dan megakui telah memasukkan permasalahan keagamaan dalam visi dan misi Pemkot Lubuk Linggau.

“Bahkan dari tujuh fokus prioritas pembangunan kita, bidang keagamaan menjadi yang pertama. Salah satu program unggulan kita adalah Gerakan Membangun Masjid Menjadi Makmur (G4M),” papar Prana pada Sabtu (9/4).

Menurutnya, dengan memakmurkan masjid, secara tidak langsung Pemkot Lubuk Linggau juga dapat memakmurkan masyarakat di sekitar masjid. “Untuk tahap awal, kami sudah memberikan bantuan penyelesaian pembangunan masjid,” ungkapnya.

“Masjid sudah kita bantu, yang didukung dengan program-program unggulan lainnya seperti Celengan Surga dan Linggau Bisa Bersedekah. Harapannya, pengurus masjid tidak lag memikirkan bagaimana mau membangun masjid,” jelasnya.

Di tahap selanjutnya, ucap Prana, pengurus masjid bisa fokus melakkan pemberdayaan dan memakmurkan masyarakat di sekitar masjid. Meskipun masih ada masjid yang belum mendapat bantuan, akan diupayakan anggaran pada tahun berikutnya.

HIngga saat ini, ucapnya, Pemkot Lubuk Linggau sudah menggagarkan senilai Rp 12 miliar untuk pembangunan masjid yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Sisanya, kami upayakan anggarannya dari APBD Perubahan atau APBD Tahun 2017 secara bertahap, dengan kebutuhan senilai Rp 10 miliar. Bagi masjid yang sudah kita bantu, pengurusnya sudah dan harus mulai melaksanakan program-program untuk memakmurkan masyarakat di sekitar masjid,” paparnya.

Salah satu caranya, ujarnya, dengan melaksanakan Peringatan Hari-Hari Besar Islam (PHBI) secara rutin di masjid atau membantu masyarakat yang kurang mampu di sekitarnya.

“Harapannya, melalui program ini kita bisa mensinergikan antara umaro (pemimpin) dengan para ulama untuk bersama-sama membangun kota Lubuk Linggau,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani