DMI.OR.ID, PONTIANAK – Pimpinan Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak menyelenggarakan kegiatan bertajuk Silaturrahim & Dialog Menuju Masjid Ideal pada Sabtu (31/10). Kegiatan ini menghadirkan dua orang pembicara, yakni Ketua PD DMI Kota Pontianak, Ir. H. Edi Rusi Kamtono, dan pengurus manajemen Masjid Jogokarian, Yogyakarta, Ustadz H. Muhammad Yazir.

Adapun moderator dalam acara ini yakni Sekretaris PD DMI Kota Pontianak, H. Muhammad Arif, S.Ag. Acara yang diikuti sekitar 240 peserta ini berlangsung sejak Pukul 08.00-12.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Kegiatan ini juga bertujuan mewujudkan masjid ideal bagi ummat Islam di Kota Pontianak dengan mencontoh tim manajemen Masjid Jogokariyan di Yogyakarta yang sudah berhasil, serta didukung oleh mitra-mitra DMI seperti Bank Kalimantan Barat (Kalbar), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Pontianak dan PT. Holcim

“Saya berharap masjid-masjid di Kota Pontianak dapat menerapkan pola manajemen seperti di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta. Apalagi Kota Pontianak memiliki 316 masjid, sehingga harus ada pemberdayaan masyarakat berbasis masjid melalui program-program DMI,” tutur Ketua PD DMI Pontianak, Edi Rusdi Kamtono pada Sabtu (31/10), seperti dikutip dari laman www.pontianakpost.co.id

Masjid-masjid yang ada di Kota Pontianak, lanjutnya, tidak boleh hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi harus bisa meningkatkan perekonomian dan kecerdasan (pendidikan) masyarakat serta turut mewarnai kehidupan masyarakat Pontianak secara umum..

“Apalagi dilihat dari latar belakangnya, Kota Pontianak terlahir dari Masjid Jami’ Kesultanan Kadriyah Pontianak. Saat ini, dengan usia 244 tahun, penting bagi Kota Pontianak untuk mengembalikan peran masjid yang kian luntur,” paparnya.

Inilah sebab mengapa PD DMI Kota Pontianak perlu menggali kesuksesan Masjid Jogokariyan dalam mensejahterakan masjid dan masyarakat di sekitarnya.

“Manajemen Masjid Jogokariyan sudah modern dan luar biasa baik. Saya harap, kita bisa mengambilnya sebagai inspirasi dan motivasi bagi para pengurus masjid di Pontianak untuk lebih maju, mampu membuka diri, dan lebih baik dalam pengelolaan masjid,” ungkapnya.

 

 

Penulius: Muhammad Ibrahim Hamdani