DMI.OR.ID, KENDARI – Pimpinan Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sulteng) terus gencar menggalakkan Gerakan Masyarakat (Germas) dalam Program Hidup Sehat Berbasis Masjid (PHSBM) dan Rumah Tangga Masjid (RTM). Tema ini dibahas dalam Lokakarya PW DMI Sulteng pada Rabu (30/11) di Hotel Atayah, Kendari.

Seperti dikutip dari laman https://zonasultra.com/, kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Departemen Kesehatan, Lingkungan Hidup, dan Kepemudaan Pimpinan Pusat (PP) DMI, Ir. Hj. Jaorana Amiruddin, M.Si., sebagai narasumber.

“Salah satu tujuan utama Germas DMI dalam PHBSM dan RTM ini ialah menjadikan masjid sebagai pusat pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (community centre) di bidang kesehatan,” tutur Jaorana yang juga Koordinator Nasional (Kornas) Program Germas DMI dalam PHBSM dan RTM pada Rabu (30/11).

Harapannya, lanjutnya, DMI dapat mensosialisasikan dan memunculkan kesadaran masyarakat, khususnya komunitas masjid, untuk melaksanakan Program Germas dalam PHSBM dan RTM. Adapun basis program ini adalah masjid dan rumah tangga.

“Program penguatan peran strategis masjid dalam program ini akan diterapkan melalui promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang telah dirancang sesuai dengan visi misi DMI dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI,” jelasnya.

Menurutnya, DMI merupakan salah satu mitra strategis pemerintah, khususnya Kemenkes RI, karena turut aktif dalam memfasilitasi 800.000 masjid di seluruh indonesia. Dalam konteks ini, masjid berfungsi sebagai community center atau pusat kegiatan umat.

“Gerakan ini (Program germas dalam PHSBM dan RTM) diprakarsai oleh Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, yang juga Ketua Umum PP DMI, bersama Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kemenkes RI,” ujarnya.

Masjid, imbuhnya, juga harus melakukan kegiatan yang bersifat muamalah dalam berbagai bidang seperti di bidang pendidikan dan kesehatan.

Menurutnya, terdapat tiga indikator Germas DMI dalam PHSBM dan RTM di bidang kesehatan, yakni kita harus mengkonsumsi buah dan sayur serta cek kesehatan saat melakukan aktifitas fisik.

“Sedangkan di indikator program ini di bidang pendidikan ialah program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Berbasis Masjid dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ),” ucapnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani