DMI.OR.ID, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) bertekad untuk memajukan ekonomi umat berbasis masjid dengan menggandeng sejumlah perbankan syariah. Jika 10 persen saja masjid di Indonesia mendapat layanan perbankan syariah, maka jama’ah masjid dan perbankan syariah akan maju pesat.

Wakil Presiden (Wapres) RI, Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, memaparkan hal itu pada Rabu (17/7) pagi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Tepatnya saat memberikan kata sambutan dalam Halal bi Halal dan Seminar Sehari yang diselenggarakan bersama oleh DMI dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kegiatan Halal bi Halal ini mengangkat tema Islam Rahmatan Lil A’lamin Sebagai Modal Utama Membangun Bangsa. Acara ini juga dirangkai dengan peringatan Milad (hari lahir) DMI ke 47 tahun dan peluncuran program Pendidikan Khatib dan Da’i Nasional.

“Tadi kita tandatangani lagi (Nota Kesepahaman) dengan bank Syariah. Bayangkan Pak, kalau 10 persen saja, jadi 100 ribu masjid saja mendapat layanan perbankan syariah, bagaimana majunya umat? Tapi terlebih lagi bagaimana majunya bank (syariah)?” tutur Wapres Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum PP DMI.

Menurutnya, kalau 10 persen masjid dilayani dengan perbankan, maka ekonomi masyarakat akan tumbuh, dan perbankan pun akan tumbuh. “Jadi setiap Jumat bapak ke masjid, buat pengumuman, bagaimana caranya orang mengambil kredit syariah?” imbuhnya.

Sehingga, lanjutnya, masyarakat bisa membuka usaha kecil dan menengah (ukm). Dampaknya, ukm di sekitar masjid akan tumbuh, bank syariah pun ikut tumbuh dan terjamin. “Kalau tidak bayar kreditnya, nanti hubungi pengurus masjid. Nanti pengurus masjid bantu panggil nasabahnya supaya dia bayar. Itu juga gunanya,” ungkap Wapres Kalla.

Berdasarkan pantauan DMI.OR.ID, PP DMI telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understading/ MoU) dengan tiga perbankan syariah dan satu perbankan umum dalam acara ini. Keempatnya ialah Bank Nasional Indonesia (BNI) Syariah, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah, Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Syariah Mandiri (BSM).

Keempat MoU itu ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) PP DMI, Drs. KH. Masdar Farid Mas’udi, M.Si., Direktur Utama BNI Syariah, Drs. H. Abdullah Firman Wibowo, M.M., Direktur Utama BRI Syariah, Drs. H. Ngatari, Direktur Utama BSM, Drs. H. Tony Eko Boy Subari, dan Direktur Consumer Banking BTN, Drs. H. Budi Satria, M.Si.

Selain itu, DMI juga menandatangani MoU dengan PT. Domet Anak Bangsa (Go-Pay) dalam acara ini. MoU ditandatangani oleh Kyai Masdar dari DMI dan Chief Executive Officer (CEO) Go-Pay, Aldi Haryopratomo, B.A., M.B.A. Prosesi penandatanganan kelima MoU ini disaksikan langsung oleh Wapres Jusuf Kalla.

Turut hadir dan memaparkan materi Wapres Terpilih RI, Prof. Dr. (H.C.) Drs. KH. Makruf Amin, yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat. Selaku narasumber utama (keynote speaker), Kyai Makruf juga memukul bedug beberapa kali sebagai tanda peresmian kegiatan.

Prosesi pemukulan bedug ini disaksikan langsung oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) PP DMI, Drs. KH. Masdar Farid Mas’udi, M.Si., Ketua PP DMI, Drs. KH. Abdul Manan A. Ghani, yang juga Ketua Steering Committee (SC) Panitia MIlad DMI, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP DMI, Drs. H. Imam Addaruqutni, M.A.

Turut menyaksikan langsung proses pemukulan bedug yakni Sekretaris PP DMI, Dr. H. Serian WIjatno, S.E., M.M., M.H., yang juga Sekretaris SC Panitia Milad DMI.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani