DMI.OR.ID, JAKARTA – Masjid harus kembali menjadi pusat aktivitas belajar dan bermain (Play Station) bagi anak-anak, khususnya anak-anak usia dini, sehingga masjid harus ramah dan nyaman bagi anak-anak, bukan sekedar tempat beribadah bagi ummat Islam.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Drs. H. Imam Addaruqutni, MA, menyatakan hal itu pada Kamis (2/7) malam di Jakarta. Tepatnya, dalam Dialog Spesial Ramadhan bertajuk Memakmurkan Masjid di Studio Televisi Republik Indonesia (TVRI). Acara ini juga ditayangkan secara langsung/ live oleh TVRI.

“Masjid harus kembali menjadi Play Station bagi anak-anak, masjid harus ramah, nyaman dan aman bagi para generasi penerus bangsa itu. Saat ini, perkembangan teknologi informasi seperti media sosial, smart phone dan gadget semakin menggeser fungsi masjid sebagai pusat aktivitas belajar dan bermain bagi anak-anak,” tutur Imam pada kamis (2/7) malam.

Apalagi, lanjutnya, masjid-masjid di Indonesia cenderung tidak ramah pada jama’ahnya, misalnya larangan makan di dalam masjid. Padahal di Masjidil Aqsho saja, di Mekah, jutaan orang makan di dalam masjid dan tidak ada larangan dari pengurus masjid.

Menurutnya, peran dan fungsi masjid mengalami pergeseran pada era 70-an, saat dimulainya program Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) di era Orde Baru. Akibatnya, masjid tidak lagi menjadi pusat aktivitas masyarakat, termasuk bagi anak-anak.

“Dampak negatif pembangunan Repelita, masyarakat lebih sering beraktifitas di luar rumah daripada di dalam rumah, termasuk lebih aktif di lembaga pendidikan dan pekerjaan daripada di dalam masjid untuk beribadah,” papar Imam.

DMI juga berupaya mengatasi masalah ini dengan program revitalisasi masjid yang melibatkan masyarakat (jama’ah dan pengurus masjid) secara aktif, seperti melalui revitalisasi akustik masjid di Jawa dan Bali serta memfasilitasi program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di kompleks masjid.

“Intinya, masjid harus bisa menjadi harapan baru bagi jama’ah dan pengurusnya serta masyarakat di sekitarnya guna mencapai kualitas hidup yang lebih baik, bahkan membangun peradaban unggul bagi ummat Islam dan bangsa Indonesia,” jelas Imam.

Dalam acara ini Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Drs. H. Rudiantara, MBA, hadir sebagai narasumber bersama-sama dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP DMI dan Direktur Eksekutif BMM, H. Iwan Agustiawan Fuad.

Kegiatan ini dipandu oleh presenter TVRI dan dihadiri oleh sekitar 40 peserta dari PP DMI dan BMM, termasuk Ketua Umum Badan Pembina Taman Kanak-Kanak Islam (BPTKI), Ustadzah Dra. Hj. Siti Fatimah Abdul Manan, SH, MM, dan Ketua Umum PP Korps Muballigh-Muballighah DMI, Ustadzah Hj. Suryati Uwais, S.Ag.

BPTKI dan Korps Muballigh-Muballighah merupakan dua Badan Otonom (Banom) DMI yang turut hadir dalam acara ini. Hadir pula Bendahara PP DMI, Dra. Hj. Dian Artida, dan Anggota Departemen Pengembangan Ekonomi Umat dan IPTEK, Ir. H. Sugijono, SE.

Hadir pula Sekretaris Departemen Komunikasi, Informasi (Kominfo), Hubungan Antar Lembaga (Hubla) dan Hubungan Luar Negeri (Hublu) PP DMI, Hery Sucipto, Lc, MM.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani