DMI.OR.ID, BENGKULU – Gubernur Bengkulu, Dr. H. Ridwan Mukti, S.H., M.H., meresmikan Masjid Agung Al-Kahfi Bintuhan pada Rabu (27/4). Masjid ini berlokasi di Bandar Bintuhan, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.

Seperti dikutip dari laman http://bengkuluekspress.com/, Ridwan Mukti meminta seluruh warga Kaur untuk lebih meningkatkan kebersamaan, persaudaraan, dan silaturahmi diantara sesama, serta keimanan dan ketakwaan (imtaq). “Inilah makna dan arti dari pembangunan Masjid Agung Al-Kahfi Bintuhan,” tutur Ridwan.

“Saya sangat bangga dengan apa yang telah dilakukan Bupati Kaur dengan membangun masjid yang begitu megah ini. Saya minta masjid ini dapat meningkatkan keimanan masyarakat Kaur,” tutur Ridwan saat meresmikan Masjid Agung Al-Kahfi Bintuhan pada Rabu (27/4).

Masjid, lanjutnya, adalah menara untuk membangun ahlak mulia bagi masyarakat Kaur khususnya. Masjid harus dijadikan sebagai pusat kegiatan dan pemberdayaan masyarakat bagi kemaslahatan umat.

Gubernur juga meminta masyarakat untuk dapat memakmurkan masjid. Masjid bukan hanya sebatas tempat ibadah, namun bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang sifatnya positif.

“Mari kita rapatkan barisan untuk membangun masyarakat Kaur yang Islami. Ulama bersama umara harus bersatu untuk bisa membangun Kaur ke depan,” ajaknya.

Dalam sambutannya Bupati Kaur, Dr. Ir. H. Hermen Malik, M.Sc., menyatakan masjid Al-Kahfi  diambil dari nama ashabul Kahfi yang membuktikan kebenaran kisah-kisah di dalam Al-Quran di dalam Surah Al-Kahfi.

“Surat ini menceritakan kisah tentang bagaimana tujuh orang pemuda yang beriman kepada Allah SWT melarikan diri ke sebuah gua dan Allah menidurkan mereka selama 309 tahun. Saya mengambil nama Kahfi ini dari gua Ashabul Kahfi,” jelasnya pada Rabu (27/4).

Dalam kisah ini, lanjutnya, ada banyak kisah perjuangan. Itulah sebab mengapa banguan masjid ini ada guanya. Harapannya, masyarakat mempunyai wadah untuk mengembangkan berbagai kegiatan di masjid-masjid yang mengarah pada terwujudya masyarakat madani.

“Masyarakat madani ialah sebuah masyarakat yang dituntun oleh wahyu ilahi dan bergerak dinamis sebagai masyarakat yang bahu-membahu, dan tolog-menolong dalam membangun kesejahteraan umat,” ucapnya.

Menurtnya, masjid tidak hanya dijadikan sebagai tempat ibadah kaum muslimin, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pedidikan yang memiliki peran strategis dalam pertumbuhan peradaban umat Islam.

Dalam peresmian ini, turut hadir Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Drs. Tengku Zulkarnain. Dalam tausyiahnya, ia mengajak masyarakat dan jama’ah masjid untuk meneladani kepribadian Rasullullah Muhammad SAW.

“Hal ini penting untuk peningkatan iman dan takwa, sebab iman merupkan modal dalam hidup seseorang. Marilah kita meningkatkan iman, khususnya kuantitas dan kualitas sholat, utamanya salat kita,” ujarnya.

Sebab, lanjutnya, hidup tanpa iman tidak ada gunanya, walaupun hidup beribu-ribu tahun tetapi tidak sembayang, maka tidak ada gunanya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani