DMI.OR.ID, JAKARTA – Desain arsitektur masjid harus memenuhi beberapa aspek seperti aspek fungsional, spiritual, ibadah, keindahan, kesederhanaan, dan ramah dengan lokasi serta masyarakat setempat.

Ketua umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Ir. H. Munichy B. Edrees, M.Arch, menyatakan hal itu dalam sambutannya di acara Lokakarya Nasional Pengelolaan Waqaf dan Aset-Aset Masjid di Indonesia pada Senin (25/5) siang di Istana Wakil Presiden (Wapres) RI, Jakarta.

“Alhamdulilah, dewan juri telah memutuskan dua tim arsitek terpilih sebagai pemenang kedua dan ketiga serta satu tim arsitek sebagai peraih honorable mention (peraih penghargaan) dalam Sayembara Konsep Desain masjid (SKDM) Jami’ Nurul Amal, Muara Gembong, Bekasi, melalui proses penjurian yang sangat ketat,” tutur Munichy yang juga Ketua Dewan Juri SKDM ini.

Namun, lanjutnya, dewan juri memutuskan tidak memilih tim arsitek peraih juara pertama karena pertimbangan tidak ada satu pun peserta yang memperhatikan informasi lengkap SKDM, sehingga tidak mampu menjawab tantangan besar di lokasi (site) Masjid Jami’ Nurul Amal, Muara Gembong, Bekasi.

“Peserta terlalu memperhatikan aspek estetika dan teknis desain masjid, namun cenderung mengabaikan aspek lokasi dan masyarakat di sekitar Masjid Jami’ Nurul Amal. Misalnya, pemanfaatan material beton dan logam berat lainnya sangat tidak sesuai dengan tantangan di lokasi masjid.

Sebenarnya, jelas Munichy, peraih honourable mention bisa saja meraih juara pertama, namun mereka tidak melengkapi salah satu persyaratan pokok yang ditentukan panitia dalam SKDM ini. “Akibatnya, mereka tidak dapat menjadi juara pertama,” ungkapnya.

SKDM ini, lanjutnya, prosesnya telah dimulai sejak 23 Maret dan berakhir pada 27 April 2015 lalu. Ia pun berharap SKDM Jami’ Nurul Amal, Muara Gembong, Bekasi ini tidak sekedar menjadi ajang Beauty Contest (Kontes Kecantikan) dalam merancang arsitektur masjid dengan luas ahan 1.000 meter persegi itu.

“SKDM Jami’ Nurul Amal ini harus menjadi sarana bagi dakwah dan syiar Islam, menjadi ruang bagi warga sekitar untuk bersujud kembali kepada Allah SWT, dari eks-bangunan masjid yang sudah roboh itu,” jelasnya.

Jumlah keseluruhan peserta yang mendaftar untuk mengikuti SKDM Jami’ Nurul Amal ini berjumlah 208 tim arsitek dengan tiga orang juri, yakni H. Fauzan A.T. Noe’man, BFA., B.Arch., Ir. Imelda Akmal, MA, dan Ir. H. Munichy B. Edrees.

Alhamdulilah, berbagai karya desain arsitektur masjid ini telah dikumpulkan dalam satu buku dan nanti akan diserahkan kepada Wapres Kalla yang juga Ketua Umum Pengurus pusat (PP) Dewan Masjid indonesia (DMI),” jelasnya.

Acara ini juga dihadiri beberapa menteri Kabinet Kerja seperti Menteri Sosial, Dr. Khofifah Indar Parawansa, Menteri Agama, Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin, Menteri ATR/ Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Drs. H. Ferry Mursyidan Baldan, dan Menteri Komunikasi dan Informatika, Drs. H. Rudiantara, MBA.

Hadir pula Direktur Utama PT. Pertamina, Tbk, Dwi Soetjipto, Direktur Utama PT. Telkom,Indro Utoyo, Executive General Manager (GM) Divisi Digital Bisnis (DDB) PT. Telkom Indonesia, Muhammad Sugiarto dan Pendiri Komunitas Indonesia Syiar Network (ISN), Ustadz Mirza Muhammad dan Ria Renny Christiana.

Adapun jajaran pengurus DMI yang hadir yakni Wakil Ketua Umum (Waketum) PP DMI, Drs. KH. Masdar Farid Masudi, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP DMI, Drs. H. Imam Addaruqutni, MA, Ketua Bidang Dakwah dan Pengkajian PP DMI, KH. Ahmad Bagdja.

Hadir juga Ketua Bidang Pemberdayaan Organisasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Drs. H.R. Maulany, SH, dan Ketua Departemen Sarana Hukum dan Wakaf, Drs. H. Muhammad Natsir Zubaidi, dan pengurus DMI lainnya. 

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani