DMI.OR.ID, JAKARTA – Kegiatan pertanian lebih terjamin kehalalannya daripada kegiatan perdagangan. Namun, Kegiatan perdagangan lebih dianjurkan daripada pertanian.

Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Drs. KH. Masdar Farid Mas’udi, M.Si., menyatakan hal itu pada Jum’at (18/12) siang di Balai Agung, Balaikota Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Tepatnya, dalam acara Pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta.

“Meskipun kegiatan perdagangan rentan haram karena mudahnya praktek tipu-menipu, namun perdagangan lebih dianjurkan daripada pertanian. Apalagi Rasulullah Muhammad SAW bersabda bahwa sembilan dari 10 pintu rezeki ada di bidang perdagangan,” tutur Kiai Masdar pada Jumat (18/12).

Menurutnya, kegiatan pertanian lebih terjamin kehalalannya daripada perdagangan karena sulit melakukan kecurangan dan tpu-menipu. Namun, pintu rezeki pertanian tidak sebanyak perdagangan.

“Saat ini, peran sosial dan ekonomi masjid sering dipinggirkan. Padahal, pernan masjid itu luar biasa di bidang sosial dan ekonomi. Meskipun di dalam masjid ada larangan untu melakukan kegiatan duniawi, namun di serambi masjid sama sekali tidak ada larangan untuk itu, bahkan sangat penting bagi ummat,” jelasnya.

Kiai Masdar pun menyesalkan banyaknya masjid yang sudah kehilangan fungsi serambinya untuk pusat aktivitas ummat di bidang sosial dan ekonomi, bahkan ada serambi masjid yang ditutup.

“DMI harus mengembalikan fungsi serambi masjid, setahap demi setahap, seperti di masa Rasulullah Muhammad SAW. Masjid harus menjadi pusat aktivitas ummat dalam bidang ekonomi, sosial, pendidikan, dan keagamaan,” ungkapnya.

DMI, lanjutnya, siap bersinergi dan membantu pemerintah dalam berbagai bidang sehingga kemajuan rakyat Indonesia, khususnya di DKI Jakarta, dapat lebih cepat diraih. “Hal ini sesuai dengan do’a sapu jagad yang sering dibaca ummat Islam, hasanah fid dunya wal akhiroh, sejahtera di dunia dan akhirat,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan acara Pelepasan Jamaah Umroh Marbot Binaan PW DMI Provinsi DKI Jakarta sebanyak 40 orang. Mereka telah lulus seleksi dan mewakili masjid-masjid di Provinsi DKI Jakarta.

Dalam acara ini, turut hadir Ketua PP DMI Bidang Sosial Kemanusiaan dan Kesejahteraan Umat, Drs. H. Andi Mappaganty, MM., yang juga Ketua Dewan Pakar PW DMI Provinsi DKI Jakarta. Adapun pembaca do’a ialah Ketua PW DMI DKI Jakarta, KH. Noor Syuaib Munzir, S.H., M.A.

Berdasarkan pantauan DMI.OR.ID, hadir juga Ketua Umum PW DMI Provinsi DKI Jakarta, Drs. KH. Thobroni, M.Ag., yang sekaligus memberikan kata sambutan. Hadir pula sekitar 50 fungsionaris dan pengurus DMI Provinsi DKI Jakarta.

Rencananya, Muswil VII ini diselenggarakan selama tiga hari sejak Jumat (18/12) hingga Ahad (20/12) di Wisma Tugu milik Kementerian Agama, Cisarua, Kabupaten Bogor.

Secara resmi, Muswil VII yang diselenggarakan PW DMI DKI Jakarta ini mengambil tema Peran dan Posisi Strategis Jaringan Masjid dalam Pembangunan Akhlak Mulia, Ekonomi dan Demokrasi di Provinsi DKI Jakarta.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani