DMI.OR.ID, JAKARTA – Innalillahi wa Innalillahi Raaji’un, segenap keluarga besar Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyatakan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Menteri Agama (Menag) RI Periode 2004-2009, Dr. KH. Muhammad Maftuh Basyuni, S.H., pada Selasa (20/9) malam, pukul 18.30 WIB.

Ketua Badan Pelaksana (BP) Badan Waqaf Indonesia (BWI) ini menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto dalam usia 76 tahun. Dari RSPAD, jenazah dibawa ke rumah duka di Jalan Pengadegan Barat Nomor 12, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Selasa (20/9) malam.

Esok harinya, Rabu (21/9), Jenazah almarhum dibawa dari rumah duka ke Masjid At-Tiin, kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pada Rabu (21/9), pada pukul 11.00 WIB, untuk disholatkan setelah sholat Zuhur berjama’ah.

Lalu pada Pukul 12.45 WIB, jenazah dibawa dari Masjid At-Tiin ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Prosesi pemakaman dilakukan secara militer dengan inspektur upacara Menteri Agama RI, Drs. H. Lukman Hakim Syaifuddin.

Semasa hidupnya, almarhum juga pernah menjabat Kepala Rumah Tangga Kepresidenan di masa Presiden RI Kedua, H. Muhammad Soeharto, dan menjadi Duta Besar (Dubes) RI untuk Kerajaan Saudi Arabia sejak 2002-2004.

Almarhum juga menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) di masa pemerintahan Presiden RI Keempat, DR. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Pada 2004, ia juga menjadi Ketua Delegasi RI dalam pertemuan Tingkat Menteri Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Semoga almarhum yang lahir pada 4 November 1939 silam di Rembang, Jawa Tengah, ini khusnul khotimah, mendapat tempat terindah di sisi Allah SWT, diterima seluruh amal ibadahnya, dan diampuni seluruh kekhilafannya, Aamiin Yaa Robbal A’lamiin.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارْ“

“Ya Allah, Ampunilah dia, berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia, maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es.

Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), pasangan yang lebih baik daripada pasangannya (di dunia), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka”.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

Sumber: Dikutip dari berbagai sumber