DMI.OR.ID, JAKARTA – Indonesia Syiar Network (ISN) telah menyelenggarakan Buka Puasa Bersama (Ifthar) pada Ahad (3/6) di Sekretariat Madacom, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh puluhan peserta relawan ISN yang tinggal di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Berdasarkan pantauan DMI.OR.ID, kegiatan ini dimulai dengan sholat Ashar Berjama’ah, kemudian berlanjut dengan kata sambutan oleh pasangan Pembina dan Pendiri ISN, yakni H. Mirza Muhammad dan Hj. Ria Renny Christiana. Lalu, sesi perkenalan dan sharing gagasan dimulai satu per satu oleh seluruh relawan ISN yang hadir hingga menjelang azan Maghrib.

Para relawan ISN dan mitra-mitra ISN pun menceritakan pengalaman hidupnya, termasuk kisah suka dan duka, saat melakukan syiar, dan dakwah masing-masing, ketika beraktifitas di tengah-tengah ummat Islam dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Termasuk berbagai macam tantangan, hambatan, ancaman, dan gangguan saat berdakwah dan bagaimana cara mengatasinya.

Setelah azan maghrib berkumandang, acara berlanjut dengan do’a dan buka puasa bersama (takjil) berupa hidangan minuman hangat (teh) dan dingin (es teler) lengkap dengan makanan (kuliner) kecil seperti kolak, siomay, dan gorengan khas Indonesia. Kemudian acara berlanjut dengan sholat maghrib berjama’ah dan sholat sunnah ba’diyah maghrib.

Setelah itu, acara berlanjut kegiatan yang sangat unik, yakni makan di atas daun pisang berwarna hijau. Nasi beserta lauk-pauknya pun disusun secara teratur, rapi, dan sistematis di atas kumpulan daun pisan secara memanjang. Para hadirin lalu duduk berjajar, doa bersama dengan dipimpin seorang ustaz, dan makan bersama dalam suasana yang harmonis dan penuh keakraban.

Acara terus berlangsung dengan disertai dialog ringan hingga azan Isya berkumandang. Usai makan bersama, acara berlanjut dengan sholat qabliyah Isya, lalu sholat Isya berjama’ah, dan sholat sunnah ba’diyah Isya dua raka’at.

Kemudian, acara berlanjut dengan doa bersama dan dzikir berjamaah, lalu sholat tarawih sebanyak delapan rakaat dengan sistem dua raka’at sekali salam, dan shalat witir sebanyak tiga rakaat.

Kemudian, acara berlanjut dengan sharing session bersama dua orang pembicara yang telah expert dalam masalah kerelawanan (volunterism), yakni Imam Subchan dan seorang lagi dari Sukabumi, seorang penulis buku yang terinspirasi dari kisah perjalanan hidupnya sendiri saat berjuang menemukan kebenaran dan tetap istiqomah di jaan yang benar sesuai dengan syari’at Islam.

Penulis: Mnuhammad Ibrahim Hamdani