Muhammad bin Abi Bakr bin Ayyub bin Sa’d al-Zar’i, al-Dimashqi yang bergelar Abu Abdullah Syamsuddin Ibnul Qayyim Al-Jauziyah memberikan nasihat :

Jika Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT) mudahkan bagimu dalam mengerjakan sholat malam, maka janganlah memandang rendah orang-orang yang tidur.

Jika Allah SWT mudahkan bagimu dalam melaksanakan puasa, maka janganlah memandang orang-orang yang tidak bepuasa dengan tatapan menyepelekan.

Jika Allah SWT memudahkan bagimu pintu untuk berjihad, maka janganlah memandang orang-orang yang tidak berjihad dengan pandangan meremehkan.

Jika Allah SWT mudahkan pintu rizki bagimu, maka janganlah memandang orang-orang  yang berhutang dan kurang rizkinya dengan pandangan yang mengejek dan mencela. Karena itu adalah titipan Allah yangg akan dipertanggung jawabkan kelak.

Jika Allah mudahkan pemahaman agama bagimu, janganlah meremehkan orang-orang yang belum faham agama dengan pandangan hina.

Jika Allah mudahkan ilmu bagimu, janganlah sombong dan bangga diri. Karena Allah-lah yang memberimu pemahaman itu.

“Boleh jadi orang yg tidak mengerjakan qiyamul lail, puasa (sunnah), tidak berjihad, dan sebagainya lebih dekat pada Allah darimu. Karena ada ‘amalan lain yang dia rahasiakan,” tutur Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.

Selanjutnya, beliau berkata:

“Sungguh engkau terlelap tidur semalaman dan pagi harinya menyesal..lebih baik daripada qiyamul lail semalaman namun pagi harinya engkau merasa takjub dan bangga diri…sebab orang yg merasa bangga dengan amalnya tidak kan pernah naik (diterima) amalnya”.

“Yaa Rabbi, ternyata ibadahku ini hanya sepercik air, dan baktiku tiada arti. Bagaimana mungkin sepercik air itu dapat memadamkan api neraka-Mu?,” ungkpnya.

Editor: Muhammad Ibrahim Hamdani