DMI.OR.ID, BANDUNG – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, menerima penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa pada Senin (13/1) dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Tepatnya dalam Sidang Terbuka Penganugerahan Doktor Honoris Causa (H.C.) di Aula Barat Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat.

Seperti dilansir dari laman https://www.itb.ac.id/, Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) ke 10 dan ke 12 itu mendapat gelar Doktor (H.C.) atas inovasi yang dilakukan untuk melakukan peningkatan produktivitas suatu sistem. Sistem itu dapat berbentuk perusahaan, institusi di sektor publik, maupun institusi di sektor pemerintahan.

Adapun Ketua Tim Promotor dalam Pemberian Gelar Kehormatan ini ialah Prof. Dr. Ir. Abdul Hakim Halim, M.Sc., dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITB. Lima anggota tim lainnya dari FTI ITB ialah Prof. Dr. Ir. Dradjad Irianto, M.Eng., Prof. Dr. Ir. Kadarsyah Suryadi, D.E.A., dan Prof. Ir. Bermawi P. Iskandar, M.Sc., Ph.D., serta Prof. Ir. Hermawan Kresno Dipojono, M.S.E.E., Ph.D..

Sedangkan satu anggota tim promotor lainnya yakni Prof. Dr. Mohamad Ikhsan, S.E., M.A., dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI).

“Berdasarkan karya-karya inovatif, rekam jejak, dan kearifan serta ketentuan penerima gelar Doktor Kehormatan yang tercantum dalam SK Senat Akademik ITB nomor 43/SK/K01-SA/2003, Tim Promotor berkesimpulan, dengan penuh keyakinan, bahwa M. Jusuf Kalla sangat layak untuk mendapat gelar Doktor Kehormatan dari ITB dalam bidang Produktivitas,” tutur Prof. Abdul Hakim.

Prof. Abdul Hakim menyatakan hal itu pada Senin (13/1), saat membacakan Laporan Pertanggungjawaban Tim Promotor ITB. Adapun Gelar kehormatan Doktor H.C. ini merupakan yang ke-14 kalinya diterima oleh Muhammad Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu juga menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Mendorong Produktivitas, Meningkatkan Kesejahteraan Bangsa”.

“Pada kesempatan ini, saya ingin berpesan kepada sivitas akademika ITB agar jangan pernah berhenti melakukan dan menebar inovasi. Anda semua adalah generasi terbaik bangsa. Anda adalah lokomotif kemajuan dimana bangsa ini berharap peran besar ITB sebagai inisiator dan motor peningkatan produktivitas,” papar Jusuf Kalla dalam orasi ilmiahnya.

Dalam sambutannya Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, D.E.A., menyatakan bahwa ITB telah berkesempatan untuk memberikan gelar Doktor H.C. kepada putera terbaik bangsa yang telah mendedikasikan kehidupannya bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

“Bagi ITB, penganugerahan gelar doktor kehormatan ini memiliki arti tersendiri yang sangat besar,” ungkap Prof. Kadarsyah pada Senin (13/1).

Indonesia, lanjutnya, akan mendapatkan bonus demografi pada kurun waktu 2030-2040. Artinya, Indonesia akan memiliki jumlah penduduk usia produktif, usia 15-64 tahun, yang lebih besar daripada penduduk usia tidak produktif, yakni usia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun.

Menurutnya, sivitas akademika ITB perlu mempersiapkan segalanya agar usia produktif dari sebagian besar bangsa ini bukan hanya sekedar potensi saja. “Hal terpenting ialah bagaimana agar kita benar-benar menjadi bangsa yang memiliki produktivitas tinggi,” ucapnya.

“Saya berharap agar penganugerahan gelar Doktor Kehormatan kepada Dr. (H.C.) Muhammad Jusuf Kalla ini menjadi awal dari gerakan nasional produktivitas dalam rangka menyongsong bonus demografi,” harapnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani