DMINEWS, JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia (RI), H.E. Retno Lestari Priansari Marsudi, telah bertemu dengan Duta Besar (Dubes) Kerajaan Saudi Arabia, H.E. Mustafa Ibrahim Al-Mubarak, pada Selasa (21/4) sore di Gedung Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta.

Pertemuan itu berlangsung di sela-sela acara Senior Official Meeting (SOM), dalam Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA)/ Asian African Conference Commemoration Indonesia (AACCI) 2015.

Menlu Retno memanggil Dubes KSA terkait serangan bom yang terjadi di kota Sana’a, Yaman, yang menghancurkan 80 persen gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaman pada Senin (20/4) pagi.

“Saya telah memangil Dubes Saudi terkait peledakan bom di kota Sana’a, Yaman, pada Senin 920/4) pagi, pukul 10.45 waktu setempat,” tutur Menlu Retno dalam konferensi press pada Selasa (21/4) sore.

Serangan itu, lanjutnya, telah mengakibatkan kerusakan pada gedung KBRI hingga mencapai 80 persen. Bahkan, kendaraan-kendaraan yang ada di kompleks KBRI hancur dan dua orang diplomat Indonesia terluka.

Dalam pertemuan itu, Menlu Retno menyampaikan dua hal kepada Dubes Saudi untuk RI. Pertama, meminta penjelasan pemerintah Saudi terkait peristiwa itu. “Kedua, menayakan rencana Pemerintah Saudi ke depan sehubungan dengan kerusakan yang dialami KBRI Yaman di kota Sana’a,” ungkapnya.

Padahal sebelum ledakan bom terjadi, lanjutnya, Pemerintah RI telah menyampaikan titik latitude dan longitude dari lokasi gedung KBRI di Sana’a, termasuk Wisma Duta BEsar (Dubes) RI kepada pemerintah Saudi dan Yaman.

“Pemerintah RI pun berharap agar permasalahan ini dapat ditangani dengan baik sehingga tidak mengganggu hubungan kedua negara yang telah terjalin baik selama ini,” paparnya kepada Dubes Saudi untuk RI, H.E. mustafa Ibrrahim Al-Mubarak.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani