DMI.OR.ID, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengimbau ummat Islam yang bermukim di daerah-daerah yang sedang mengalami kekeringan untuk segera melaksanakan sholat Istisqa’ (shalat khusus untuk minta hujan) agar Allah SWT menurunkan hujan.

Ketua PP DMI Bidang Sarana, Hukum dan Wakaf, Drs. H. Muhammad Natsir Zubaidi, menganjurkan hal itu dalam rilisnya kepada DMI.OR.ID, Ahad (26/7) pagi. “Tujuan Sholat Istisqa’ ialah untuk memohon kepada Allah SWT agar dapat segera diturunkan hujan di wilayah-wilayah itu,” tutur Natsir.

Menurutnya, sholat Istisqa’ juga pernah dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW bersama-sama seluruh ummat Islam di Madinah saat mengalami kemarau panjang hingga terjadi kelangkaan air di rumah-rumah penduduk.

“Alhamdulilah, Allah SWT lalu menurunkan hujan selama lebih kurang dua pekan, akibatnya rumah-rumah tergenang air dan hewan ternak terpisah dari penggembalanya,” papar Natsir.

Setelah kejadian itu, lanjutnya, Nabi Muhammad SAW pun berdo’a: “Ya Allah, jadikanlah hujan sebagai berkah bagi kami dan bukan sebagai laknat bagi kami,” jelasnya.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini pun menyerukan agar umat Islam memelihara alam dan tidak melakukan pengrusakan alam semena-mena seperti penebangan hutan, pertambangan dan kegiatan lain yang tidak memperhatikan dampak lingkungan.

Sebagai makhluq Allah SWT, ungkapnya, setiap muslim wajib untuk memelihara lingkungan negeri kita agar terpeliharanya keseimbangan ekosistem. “Kita sangat mengharapkan adanya keseimbangan kehidupan antara manusia, tumbuh-tumbuhan, air, batu-batuan, hewan dan lain-lain,” ujar Natsir.

“Pengalaman menunjukkan ketika pembakaran, pengrusakan hutan, dan lahan pertambangan yang semena-mena ternyata telah mengusik dan mengancam kehidupan juga. Adanya kejadian binatang buas seperti harimau dan gajah yang menyerbu kampung, hal itu terjadi karena persediaan makanan di hutan sudah berkurang,” jelasnya.

Begitu pula ancaman kelangkaan air, hal ini terjadi karena ulah manusia yang merusak alam, karena pohon-pohon ditebang secara liar. “Padahal, pohon-pohon ditumbuhkan untuk menyangga persediaan air di bumi tempat tinggal kita,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani