DMI.OR.ID., PANGKALPINANG – Wakil Ketua Umum (Waketum) Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi (Pol). Purnawirawan (Purn). Drs. H. Syafruddin, M.Si., telah melantik kepengurusan Pimpinan Wilayah (PW) DMI Provinsi Bangka Belitung (Babel) Masa Khidmat 2017-2022 pada Selasa (18/12/18).

Seperti dikutip dari laman https://m.radarbangka.co.id/, kegiatan ini bertempat di Gedung Mahligai, Rumah Dinas Gubernur Babel, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Babel. Adapun Ketua PW DMI Provinsi Babel ialah Ustaz Muhammad Rasyid Ridho, S.Ag.

Dalam sambutannya, H. Syafruddin menyatakan bahwa DMI berperan penting dalam menangkal paham radikalisme melalui kerja sama yang baik dengan berbagai pihak seperti Pemeirntah Daerah (Pemda), aparat keamanan, pegurus DMI, dan ormas-ormas Islam lainnya. “Kerja sama ini juga bertujuan untuk membangun ukhuwwah Islamiyyah,” tuturnya.

“Perlu kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, para ustad, para mubaligh, pengurus masjid, organisasi-organisasi Islam seperti Muhamadiyah, NU dan lain-lain, untuk membangun ukhuwah Islamiyah dan memberikan pencerahan kepada baik itu umat Islam maupun umat (lainnya) sesama Bangsa Indonesia,” ujar Syafruddin pada Selasa (18/12/18).

Menurutnya, meskipun pengukuhan PW DMI Provinsi Babel baru berlangsung pada Desember 2018, Surat Keputusan (SK) tentang Pengangkatan Kepengurusannya telah berlaku sejak tahun 2017.

“Jadi operasionalnya sudah berlangsung selama satu tahun lebih, tidak ada masalah, yang penting itu SK-nya, bukan pengukuhannya,” jelas H. Syafruddin yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi (RB) itu. dalam sambutannya.

Jajaran PW DMI Babel, lanjutnya, juga telah melaksanakan operasional dan melantik kepengurusan DMI di wilayah-wilayah tingkat II (Pimpinan Daerah (PD) DMI se-Babel). “DMI Babel juga sudah memberikan kontribusi besar kepada kepengurusan, baik itu di pusat maupun wilayah,” imbuhnya.

Sementara Ketua PW DMI Babel, Ustadz Muhammad Rasyid, mengungkapkan rasa syukurnya karena musholla dan masjid yang ada di Bumi Serumpun Sebalai itu tidak ada satu pun yang terpapar radikalisme. Dampaknya, tercipta rasa aman dan damai di masyarakat.

Alhamdulillah, seluruh masjid dan musholla di Bangka Belitung ini tidak ada yang terpapar radikalisme. Insya Allah semuanya bersih, penceramahnya maupun para khatib-nya, semuanya membawa konten ceramahnya dengan sejuk, adem sehingga Babel ini Insya Allah aman dan damai,” paparnya.

DMI, Babel, lanjutnya, juga telah melaksanakan sebagian program DMI Pusat, seperti revitalisasi akustik di masjid-masjid. Program ini berjalan atas bantuan Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Kepulauan Babel.

Alhamdulillah, beberapa program yang telah dicanangkan oleh DMI Pusat sudah sebagian kita laksanakan, seperti akustik masjid. Alhamdulillah, sudah banyak masjid yang sudah kita perbaiki akustik sound nya . Itu semua, kita bekerjasama dan banyak dibantu oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Babel,” jelasnya.

Sementara Wakil Gubernur Kepulauan Babel, Drs. H. Abdul Fatah, M.Si., dalam sambutannya berharap agar DMI benar-benar dapat merangkul umat dan memakmurkan masjid.

“Keberadaan DMI betul-betul diharapkan dapat merangkul umat dengan visi yang satu, yaitu memakmurkan masjid di negeri-negeri (sehingga) bertabur barokah,” tutur H. Abdul Fatah.

H. Abdul Fatah juga berpesan agar PW DMI Babel dapat mengemban tugas mulia ini dengan penuh keihlasan, amanah, dan membangun karakter umat yang religius.

“Saya ingin menyampaikan pesan kepada PW  DMI  Kepulauan Babel. Emban-lah tugas mulia ini dengan penuh keihlasan dan amanah dan bangunlah karakter umat yang bernuansa religi di Bumi Serumpun Sebalai Ini,” ucapnya.

Menurutnya, DMI merupakan organisasi kemasyarakatan yang banyak melakukan kegiatan dakwah di masjid serta memberikan pembinaan-pembinaan kepada umat.

“DMI adalah organisasi kemasyarakatan yang melaksanakan gerakan dakwah serta menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan pembinaan, dapat mencakup pembinaan dalam bidang akidah, ibadah, akhlak, ukhuwah, keilmuan, keterampilan, dan kesejahteraan umat,” ucapnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani