DMI.OR.ID, JAKARTA – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI), Dr. (HC). H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M., turut hadir dan memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta pada Ahad (6/3) di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta.

“Pertumbuhan masjid jauh lebih rendah daripada pertumbuhan gereja di Indonesia. Itu sebabnya ketika saya pergi (bertemu) dengan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, saya sampaikan ummat harus kompak, ormas Islam juga harus kompak, jangan bertarung satu sama lain,” tutur Zulkifli pada Ahad (6/3) siang.

Menurutnya, saat ini ummat Islam menghadapi tantangan perdagangan bebas di kawasan Asia Tenggara / MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN).  Pertama, terkait dengan sumber daya manusia (SDM) Muslim yang tertinggal jauh dibandingkan ummat-ummat lainnya, khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta tingkat pendidikan yang rendah.

“Kedua, terkait dengan tingkat ekonomi ummat Islam yang rendah. Kesenjangan ekonomi antara orang kaya dan miskin di Indonesia cukup tinggi. Jangan heran kalau koefisien gini ratio di perkotaan Indonesia sudah mencapai 0,46. Ini sudah di atas rata-rata. Jadi, yang kaya tambah kaya dan yang miskin tambah miskin,” paparnya.

Di era persaingan dan perdagangan bebas ini, lanjutnya, ummat Islam Indonesia sudah tidak bisa mundur lagi dan tidak ada pilihan lain selain maju menghadapi MEA. Kondisi ini sejalan dengan demokrasi dan keterbukaan Indonesia di bidang politik.

“Di bidang politik terjadi pertarungen bebas atas nama demokrasi. Siapa saja bisa menang kalau dia kuat. Kalau Pak Ahok, Pak Ridwan Kamil, atau Bu RIsma yang kuat, tentu dia yang menang, nggak urusan apakah calon itu bisa ngaji atau tidak,” ungkapnya.

Sebenarnya, paparnya, kedaulatan di tangan rakyat telah beralih menjadi kedaulatan di tangan sponsor, banyak pejabat yang tunduk kepada modal, bukan kepada rakyat. “Lebih banyak elit daripada rakyat (alit) yang menikmati keuntungan dari era kebebasan dan keterbukaan politik dan ekonomi ini,” jelasnya.

Kegiatan Rakerwil DMI Provinsi DKI Jakarta ini dimulai pada Ahad (6/3) pagi dengan kata sambutan oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) DMI Provinsi DKI Jakarta, Drs. KH. Ma’mun Al-Ayyubi, lalu berlanjut dengan sambutan oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) Pimpinan Pusat (PP) DMI, Drs. KH. Masdar Farid Mas’udi, M.Si.

Kemudian, acara dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta,DR. H. Saefullah, M.Pd, yang mewakili Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ir. Basuki Tjahaya Purnama, M.M.

Berdasarkan pantauan DMI.OR.ID, acara terus berlanjut dengan pembekalan materi oleh Kepla Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi DKI Jakarta, Dr. H. Abdurrahman M.Ag.

Acara diteruskan dengan pemaparan materi oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP DMI, Drs. H. Imam Addaruqutni, M.A., dan Ketua MPR RI, DR (Hc). H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani