DMI.OR.ID, NEW YORK – Komunitas Masjid Allahu Akbar di Wyandach, New York, telah melakukan beragam kegiatan sosial dan program-program ekonomi dalam kurun waktu 20 tahun ini. Hal ini bertujuan menunjukkan wajah Islam yang ramah dan damai kepada mayoritas masyarakat non-Muslim yang tinggal di sekitar masjid.

Pemipin komunitas Masjid Allahu Akbar, Imam Al-Amin Abdul Latif, menyatakan bahwa selma 20 tahun, komunitas Masjid Allahu Akbar di Wyandach, New York, telah membangun kebersamaan dengan warga Non-Muslim berdasarkan rasa saling menghormati dan memahami.

“Kami telah di sini lebih lama daripada kebanyakan tetangga. Masyarakat sekitar mengetahui kami sebagai komunitas Muslim yang menyebarkan wajah Islam yang ramah dan damai,” tutur Al-Amin pada Senin (17/8), sebagaimana dikutip www.republika.co.id dari laman www.onislam.net.

Menurutnya, jama’ah masjid Allahu Akbar memiliki hubungan yang baik dengan tetangga. “Ini adalah komunitas campuran Afrika-Amerika, Hispanik, dan Amerika-Eropa. Orang-orang sangat hormat kepada Islam,” paparya.

Masjid Allahu Akbar ini, lanjutnya, dimulai dari upaya anggota masyarakat Muslim di Masjid Al-Mukmini di Brooklyn dan Masjid Al-Mustaqien di Wyandach, New York, untuk bersatu di bawah satu naungan komunitas bernama Masjid Allahu Akbar.\

“Saat ini, gabungan dua komunitas itu tidak hanya membangun masjid, tetapi juga berencana membangun komponen ekonomi, pendidikan dan budaya yang sangat bermanfaat bagi warga di sekitar,” jelasnya.

Hingga saat ini, ujarnya, berbagai kegiatan sosial dan ibadah juga dilakukan oleh komunitas Masjid Allahu Akbar seperti seminar pendidikan, dialog antar agama, sekolah akhir pekan, program pemberian makanan bagi tunawisma, program dakwah, dan perkemahan (kamp) musim panas.

Komunitas Masjid Allahu Akbar juga melaksanakan program meberikan sarapan atau makan siang untuk semua anak-anak di Wyandach saat musim panas tiba.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani