DMI.OR.ID, JAKARTA – Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Dakwah (LPPD) Khairu Ummah bekerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) telah menyelenggarakan Sekolah Manajemen Masjid (SMM) pada setiap Jumat, sejak Jumat (23/9), selama empat bulan, bertempat di Sekretariat LPPD Khairu Ummah, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Ketua LPPD Khairu Ummah, Ustaz Drs. H. Ahmad Yani, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan sumber daya manusia (sdm) yang siap mengurus dan mengelola masjid dengan prinsip-prinsip manajemen yang baik.

“Mengurus apa pun ada sekolahnya, sehingga apa yang diurus dapat terlaksana dengan baik karena sdm-nya sudah dipersiapkan. Tapi, ternyata belum ada sekolah untuk mengurus masjid,” tutur Ustaz yani pada Selasa (29/8) malam, seperti dikutip dari laman http://ahmadyani.masjid.asia/.

Itu sebabnya, lanjutnya, LPPD Khairu ummah bekerjasama dengan DMI membuka program kursus manajemen masjid dengan nama SMM. Apalagi ada banyak pengurus masjid yang belum paham fungsi masjid dengan segala aplikasinya.

“Banyak pengurus masjid yang belum paham apa tugas dan fungsinya. Mereka juga belum solid dalam mengurus masjid, bahkan sering terjadi konflik internal,” papar Ustaz yang juga Sekretaris Departemen Dakwah dan pengkajian PP DMI ini.

Menurutnya, masih banyak pula pengurus masjid yang kurang memiliki kemampuan dalam manajemen kepengurusan (tata kelola) masjid. Apalagi selama ini mereka belum disiapkan dari sisi kepribadian, wawasan, dan kemampuan untuk menjadi pengurus masjid.

Adapun tujuan program ini, lanjutnya, ialah guna menumbuhkan komitmen umat Islam, khususnya pengurus dan calon pengurus masjid, untuk dapat mengurus masjid dengan baik dan benar serta sungguh-sungguh.

“Tujuan lainnya ialah mempersiapkan calon pengurus dan pengurus masjid dari sisi kepribadian, wawasan, dan kemampuan manajerial sehinngga mereka agar mampu mengurus masjid dengan baik. Harapannya, dengan kemampuan ini mereka dapat memperkuat jalinan kerja sama antar pengurus masjid,” jelasnya.

Kegiatan ini, paparnya, berbentuk kursus manajemen masjid selama empat bulan dalam 16 kali pertemuan. Setiap pertemuan memiliki durasi tiga hingga empat jam dan terbagi dalam dua sesi. Jadi, setiap sesi lamanya antara 90 hingga 120 menit.

“Adapun jenis-jenis kegiatan SMM ini bervariasi, seperti presentasi materi, tanya-jawab, diskusi, simulasi, dan penugasan. Sedangkan sasaran peserta adalah pengurus masjid, utusan masjid, perorangan, dan pengurus lembaga kemasjidan atau utusannya,” ucapnya.

Ustaz yani juga membatasi jumlah peserta maksimal 50 orang dalam setiap pertemuan dengan berbagai tema kajian yang menarik, seperti tentang pengertian, sejarah, urgensi, dan fungsi masjid.

“Tema lainnya ialah tentang program kegiatan masjid dan teknik-teknik merumuskannya serta hal-hal terkait urgensi dan fungsi manajemen masjid. Struktur dan uraian kerja dalam kepengurusan masjid juga menjadi tema yang menarik untuk dibahas dalam kursus ini,” ungkapnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani