DMI.OR.ID, JAKARTA – Aksi terorisme yang terjadi di Paris, Perancis, pada Jum’at (13/11) waktu setempat, telah menewaskan sedikitnya 128 orang. Kondisi ini mengundang kecaman keras dan simpati terhadap para korban dari seluruh dunia, termasuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat, Prof. Dr. H. Muhammad Siradjuddin (Din) Syamsuddin, turut mengecam keras aksi teror dan ledakan bom yang telah menewaskan ratusan orang di kota Paris, Perancis, pada Jum’at (13/11) waktu setempat.

“Kita semua mengecam sekeras-kerasnya aksi kekerasan tersebut,” tegas Din Syamsuddin yang juga mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Sabtu (14/11) di Jakarta, seperti dikutip dari laman www.republika.co.id.

Menurutnya, tindak kekerasan yang mengambil bentuk pembunuhan nyawa manusia tidak dapat dibenarkan,¬†apapun motifnya dan siapa pun pelakunya. “Sangat menyedihkan bahwa tindak kekerasan ekstrim yang menghilangkan nyawa orang-orang tak bersalah terjadi kembali,” katanya.

“Saya berharap agar semua pihak tidak berspekulasi tentang jati diri pelaku dan motifnya, apalagi sampai menuduh pihak tertentu. Hal ini boleh jadi akan memunculkan aksi-reaksi yang tidak perlu,” ungkapnya.

Din Syamsuddin pun berharap pemerintah Prancis dapat mengatasi keadaan dan menciptakan suasana kondusif sehingga perhelatan akbar dunia seperti Conference of Parties (COP) 21 dapat terlaksana.

“Jelas aksi tersebut (terorisme) akan menimbulkan implikasi psikologis terhadap COP 21 yang akan digelar di Paris dua pekan lagi,” ujarnya.

 

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani