DMI.OR.ID, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) telah menyalurkan logistik (bahan pokok) berupa telur dan madu kepada 150 jamaah Masjid Jami’ Kebon Jeruk, di Kecamatan Taman Sari, Kota Administrasi Jakarta Barat (Jakbar)yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Mereka diisolasi selama 14 hari karena berstatus ODP.

“Kita bawa makanan ke sana, bawain telur dan madu untuk dukungan (logistik), selain dukungan moral. (Ada) Sebanyak 100 paket. Tadi kita dapat arahan dari Pak Syafruddin, sebagai Wakil Ketua Umum PP DMI, untuk segera melihat langsung lokasi dan membawa bantuan,” drg. Muhammad Arief Rosyid Hasan, M.K.M., pada Sabtu (28/3).

Seperti dikutip dari laman https://news.detik.com/, Wakil Ketua Tim Nasional (TImnas) Pencegahan dan Penanggulangan (Cekal) COVID-19 DMI, drg. Muhammad Arief Rosyid Hasan, M.K.M., menyatakan hal itu pada Sabtu (28/3). Ia juga mengemban amanat selaku Ketua Departemen Kaderisasi Pemuda dan Remaja Masjid PP DMI.

Bantuan ini, lanjutnya, disalurkan ke posko bantuan yang dibangun di dekat masjid karena akses menuju masjid Jami’ Kebon Jeruk ditutup untuk menghindari penularan wabah virus corona jenis baru atau COVID-19.

drg. Muhammad Arief Rosyid pun berharap agar warga dan umat Islam menjadi lebih waspada terhadap penyebaran virus Corona. Menurutnya, pandemi COVID-19 yang terjadi harus menjadi momentum bersama untuk meningkatkan kebersihan.

“Harapannya, warga dan umat Islam pada khususnya bisa belajar untuk lebih waspada terhadap penyebaran virus Corona ini, karena musuh tidak terlihat. Penyebaran yang masif dari rumah ibadah juga terjadi di Korea dan Iran. Agar Indonesia tidak mengalami hal yang sama ,jadi umat Islam harus memperhatikan kebersihan diri, lingkungan dan masjid,” ungkap Arief Rosyid.

“Hadis kebersihan sebagian dari iman itu harus ditegakkan, ini momentumnya. Umat Islam harus bersih dan sehat, masjid sebagai etalasenya harus benar-benar memperhatikan ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, terdapat 150 jama’ah di Masjid Jami’ Kebon Jeruk yang berstatus ODP terkait COVID-19. Separuh dari jumlah itu merupakan Warga Negara Asing (WNA).

“Ada (warga negara asing), itu dari Thailand, Pakistan, Bangladesh, dan Malaysia, ada 78 orang,” ucap Camat Taman Sari, Risan Mustar, pada Sabtu (28/3), saat dihubungi Detik.com.

Selama masa isolasi 14 hari, lanjutnya, 150 orang itu akan dipasok makanan oleh Dinas Sosial. Pihak kelurahan pun meminta bantuan kepada aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) – Kepolisian Republik Inodnesia (POLRI) untuk menjaga lokasi tersebut.

“Karantina terhadap tiga jemaah ini dilakukan karena ada 3 jemaah yang positif terinfeksi virus Corona jenis baru. Pihak kelurahan juga mengisolasi sekitar 150 warga lainnya yang sempat berinteraksi dengan ketiga pasien positif Corona di sebuah masjid,” jelasnya.

Tiga orang yang positif terinfeksi COVID-19 itu, ungkapnya, sudah kami evakuasi ke rumah sakit darurat Wisma Atlet di Kemayoran.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P., M.Si.

Anggota Tim Nasional Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 DMI