DMI.OR.ID, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, MBA, menjadi pembicara utama dalam kegiatan Lokakarya Nasional Pengelolaan Waqaf dan Aset-Aset Masjid di Indonesia pada Selasa (26/5) sore, di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Wapres Kalla berbicara di depan sekitar 250 orang perwakilan dari 34 Pengurus Wilayah (PW) DMI se-Indonesia dan sejumlah badan otonom (banom) DMI.

Dalam sesi ini Ketua Departemen Sarana, Hukum dan Waqaf (SHW) PP DMI, Dr. Nadjamuddin Ramly, MA yang juga ketua panitia acara, menjadi moderator dan memandu acara.

Wapres Kalla hadir sebagai pembicara setelah sesi Wakil Ketua Umum (Waketum) PP DMI, Drs. KH. Madar Farid Mas’udi, pada Selasa (26/5) siang dan sebelum sesi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP DMI, Drs. H. Imam Addaruqutni, MA pada Selasa (26/5) malam.

Setelah sesi diskusi dan dialog dengan Wapres Kalla berakhir, para peserta juga berkesempatan untuk berfoto bersama dengan sistem per pulau, yakni pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, serta Maluku dan Papua.

Rekan-rekan panitia dan calon pegurus Perhimpunan Remaja Masjid (Prima) DMI juga ikut berfoto bersama Wapres Kalla. Bahkan Wapres Kalla memberi kesempatan kepada sejumlah PW DMI untuk bertanya langsung kepada Wapres, yakni dari PW DMI Papua, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, Banten dan Sumatera Selatan.

Wapres Kalla juga menjawab pertanyaan dalam suasana santai dan rileks serta penuh kekeluargaan. Wapres pun beberapa kali tersenyum, tertawa kecil, bersalaman dengan para peserta dan Pengurus DMI.

Dalam kegiatan ini, hadir pula Ketua Bidang SHW PP DMI, Drs. H. Muhammad Natsir Zubaidi, Ketua Bidang Pemberdayaan Organisasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) PP DMI, Drs. H.R. Maulany, SH, Ketua Bidang Sosial Kemanusiaan dan Kesejahteraan Umat, Drs. H. Andi Mappaganty, MM dan Sekretaris PP DMI, Dr. H. Munawar Fuad Noeh serta Bendahara III PP DMI, Dra. Hj. Dian Artida.

“Masjid harus memakmurkan jama’ahnya, ini sesuai dengan motto DMI, Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid, baik dari sisi kemakmuran, kesehatan, kualitas, dan akustik masjid. Apalagi perbaikan akustik masjid menjadi program utama PP DMI,” tutur Wapres Kalla.

Insya Allah, lanjutnya, dalam beberapa bulan ke depan, perbaikan akustik akan diperluas ke Pulau Sumatera dan akan ada tambahan 50 mobil akustik lagi. Wapres pun berjanji akan memperluas dan membuat berbagai macam kriteria terkait award (apresiasi) untuk masjid-masjid di Indonesia.

“Kita akan buat macam-macam kriteria untuk apresiasi terhadap pengelolaan masjid-masjid se-Indonesia. Apalagi Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Drs. H. Ferry Mursyidan Baldan, sangat perhatian (concern) dengan lokakarya waqaf,” jelasnya.

Menteri Ferry, paparnya, juga akan membuat rencana kerja dengan Kementerian Agama (Kemenag) RI terkait sertifikasi waqaf masjid. Saat ini, masjid juga harus memulai Gerakan Hasanah. “Hal ini sesuai dengan do’a sapu jagad kita selesai shalat, robbana aatina fid dunya hasanah wafil aakhirooti hasanah tawwakina adzabbannaar,” ujar Wapres Kalla.

Wapres Kalla pun berharap seluruh pengurus DMI benar-benar menyambut dan menyemarakkan bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan tiba. “Mudah-mudahan, langkah kita menjadi amal ibadah dan masjid betul-betul bermanfat bagi jama’ah dan pengurusnya,” ungkap Wapres Kalla.

Wapres Kalla juga menyampaikan kondisi khas dan keunikan masjid-masjid di Indonesia dan Pakistan yang dimiliki sendiri oleh pengurus dan jama’ahnya, tidak seperti masjid-masjid lainnya di dunia yang sepenuhnya dikontrol oleh pemerintah.

“Lihat saja masjid-masjid di Quwait, Qatar, Turki, Aljazair, Saudi Arabia, Malaysia dan negara-negara Timur Tengah lainnya, semuanya dikendalikan penuh oleh pemerintah masing-masing, berbeda dengan di Indonesia dan Pakistan dimana masjid dikendalikan oleh pengurus, komunitas dan jama’ah masjid masing-masing,” ungkapnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani