DMI.OR.ID, SOFIFI – Presiden Republik Indonesia (RI), Ir. H. Joko Widodo (Jokowi), meletakkan batu pertama untuk pembangunan Masjid Raya Sofifi di Kabupaten Sofifi, Provinsi Maluku Utara, pada Jum’at (8/5) pagi. Presiden juga meresmikan Gereja Oikumene di Sofifi.

Dalam kunjungan itu, Presiden Jokowi mencanangkan secara resmi pembangunan kota baru Sofifi sebagai pusat pemerintahan Provinsi Maluku Utara. Pencanangan itu ditandai dengan pemukulan tifa oleh Presiden Jokowi.

Dalam acara ini, beberapa menteri turut hadir seperti Menteri Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat (Pera), Dr. Ir, H. Muhammad Basuki Hadimuljono, M.Sc, Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP, Menteri Pariwisata, Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc, dan Gubernur Provinsi Maluku Utara, KH. Abdul Ghani Kasuba, Lc. Hadir pula ibu negara, Hj. Iriana Joko Widodo

Seperti dikutip dari laman http://setkab.go.id, Presiden Jokowi meminta pembangunan kota baru Sofifi dapat memunculkan karakter dan jati diri yang dimilikinya.

“Kota ini kota yang sangat cantik dan indah, tadi di rumah dinas gubernur saat buka pintu, yang nampak laut, gunung, kehijauan,” tutur Presiden Jokowi.

Menurutnya,  keindahan alam Provinsi Maluku Utara tidak dimiliki negara lain dan hal itu harus dimunculkan sebagai identitas kota baru di Sofifi. “Pembangunan kota baru Sofifi ini jangan sampai keliru,” tegasnya.

Warga kota Sofifi, lanjutnya, juga harus ditanya keinginan kotanya seperti apa sehingga ada rasa memiliki. Presiden Jokowi pun mengingatkan agar jangan sampai pembangunan kota memakai acuan yang keliru. “Jangan pakai acuan kota seperti Manhattan dan New York, tetapi harus punya ciri khas dan karakter. Jangan juga meniru Jakarta,” ungkapnya.

Presiden Jokowi pun mendapatkan gelar adat Biji Negara Madofolo atau Yang Dipertuan Agung Anak Negara secara langsung dari Sultan Tidore, H. Husain Syah, di Istana Kesultanan Tidore, Soasio, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, pada Jumat (8/5) siang.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani