DMI.OR.ID, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia (RI), Ir. H. Joko Widodo, telah membuka perhelatan internasional bertajuk Forum Ekonomi Dunia Islam atau World Islamic Economic Forum (WIEF) ke 12 pada Selasa (2/8) pagi di Jakarta Convention Centre (JCC), kompleks Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

WIEF ke 12 ini mengangkat tema Decentralising Growth, Empowering Future Business atau Desentralisasi (Pemerataan) Pertumbuhan, Memperkuat Bisnis di Masa Depan serta berlangsung sejak Selasa (2/8) hingga Kamis (4/8).

Dalam pembukaan ini, Presiden Joko Widodo tampak memukul gong beberapa kali dengan disaksikan langsung oleh Menteri Keuangan (Menkeu) RI, His Excelency (H.E.) Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D., dan Ketua WIEF Foundation, H.E. Tun Datok Musa bin Hitam.

Berdasarkan pantauan DMI.OR.ID, Acara pembukaan ini turut dihadiri sejumlah kepala negara dan kepala pemerintahan serta perwakilan resmi negara-negara sahabat, seperti Perdana Menteri (PM) Malaysia, H.E. Dato’ Sri Haji Mohammad Najib bin Tun Haji Abdul Razak, dan Presiden Republik Tajikistan, H.E. Emomali Rahmon.

Presiden Joko Widodo dan keduanya kepala negara/ pemerintahan itu juga memberikan pidato pembukaan (opening speech), bersama-sama dengan Menkeu RI, Ketua WIEF Foundation, dan Deputi Perdana Menteri Kerajaan Hasyimiah Yordania untuk Urusan Ekonomi, H.E. Dr. Jawad Al Anani, yang juga Menteri Industri, Perdagangan dan Penawaran.

Pembicara utama lainnya ialah Presiden Republik Guinea, H.E. Prof. Alpha Conde, Perdana Menteri Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka, H.E. Ranil Shriyan Wickremesinghe, dan Presiden Islamic Development Bank (IDB), H.E. Dr. Ahmad Mohamed Ali Al-Madani, serta Menteri Industri, Perdagangan dan Investasi Republik Federasi Nigeria, H.E. Dr. Aisha Abubakar Abdulwahab.

Beberapa perwakilan negara sahabat juga  memberikan pidato pembukaan, seperti Menteri Ekonomi dan Perdagangan Keemiran Qatar, H.E. Dr. Sheikh Ahmed Bin Jassim Al Thani, dan Sekretaris Negara bidang Tenaga Kerja dan Pelatihan Vokasional Kerajaan Kamboja, H.E. Okhnha Datuk Othman Hassan.

Perwakilan negara sahabat lainnya ialah Menteri Hubungan dan Kerjasama Internasional Afrika Selatan, H.E. Maite Nkoana-Mashabane, Menteri Perindustrian dan Pertambangan Republik Demokratik Rakyat Aljazair, H.E. Abdesselem Bouchouareb, serta Menteri Perencanaan Republik Rakyat Bangladesh, H.E. A H M Mustafa Kamal.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani