DMI.OR.ID, BANDAR LAMPUNG – Kepengurusan baru Pimpinan Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Lampung periode 2014-2019 akan berupaya membangun kesalehan umat dan kesalehan sosial.

Ketua Umum terpilih PW DMI Provinsi Lampung, H. Kherlani, SE., MM, menyatakan hal itu dalam sambutannya di acara Pelantikan dan Pengukuhan Kepengurusan Baru PW DMI Provinsi Lampung 2014-2019 pada Selasa (8/6) di Bandar Lampung, seperti dikutip laman www.megapolitan.antaranews.com.

“Hendaknya kita terus menjaga kebersamaan dengan melakukan pertemuan dan komunikasi secara rutin antar pengurus. Hal ini penting untuk mengemban amanat organisasi. Saya sadar amanat ini adalah tugas yang amat berat, namun mulia,” tutur Kherlani dalam sambutannya.

Mudah-mudahan, lanjut Kherlani yang juga Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi dan Pembangunan ini, masjid dan musholla bisa benar-benar menjadi tempat untuk membangun kesalehan umat dan kesalehan sosial.

Sebelum terpilih menjadi Ketua PW DMi Provinsi Lampung, Kherlani juga pernah menjabat Wakil Wali Kota Bandar Lampung dan pernah menjadi Pejabat Bupati Kabupaten Pesisir Barat.

Dalam kegiatan ini, Kherlani hadir didampingi sejumlah pengrus, antara lain Sekretaris PW DMI Provinsi Lampung, H. Imam Asyrofi AC, M.Pd. I. Hadir pula beberapa wakil ketua dan wakil sektretaris PW DMI Lampung. Adapun bendahara dijabat oleh Drs. H. Rusdi Zainal dengan didampingi beberapa wakil bendahara serta dilengkapi sembilan biro.

Dalam kepengurusan baru PW DMI Provinsi Lampung 2014-2019 ini, berbagai profesi juga terlibat aktif seperti unsur-usur dari akademisi, guru, ulama, cendekiawan Muslim, praktisi hukum, insan pers, aktivis masjid, kiai, ustadz, anggota eksekutif, lehslatif danĀ  unsur wiraswasta.

Dalam kegiatan ini, hadir pula Sekretaris Jenderal (Sekjend) Pimpinan Pusat (PP) DMI, Drs. H. Imam Adaruqutni, MA, yang memberikan sambutan sekaligus mewakili Ketua Umum PP DMI, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla.

Acara terus berlaanjut dengan ceramah menyonsong datangnya bulan Suci Ramadhan 1436 Hijriah/ 2015 Masehi, seperti dengan menguraikan seputar sejarah dan hukum puasa Ramadhan.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani