DMI.OR.ID, KENDARI – Wakil Ketua Umum (Waketum) Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Drs. H. Syafruddin, M.Si., telah mengukuhkan kepengurusan Pimpinan WIlayah (PW) DMI Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Masa Khidmat 2019-2024 pada Ahad (3/3) di Swisbell Hotel, Kota Kendari, Provinsi Sultra.

Seperti dikutip dari laman https://sultra.antaranews.com/, PW DMI Provinsi Sultra dipimpin oleh Dr. H. Lukman Abunawas, SH, M.Si., yang juga Wakil Gubernur Provinsi Sultra. Sedangkan Wakil Ketua PW DMI Sultra ialah Dr. Ir H. Ruksamin, S.T,. M.Si., I.P.M, yang juga Bupati Konawe Utara.

Turut hadir Gubernur Sultra, H. Ali Mazi, S.H., yang juga memberikan kata sambutan dalam acara ini. Hadir pula Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sultra, Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi (Pol). Iriyanto, S.I.K. dan unsur-unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Sultra lainnya.

Dalam sambutannya Ketua PW DMI Sultra, H. Lukman Abunawas, menyatakan bahwa DMI akan menjadi mitra pemerintah dalam mendukung visi misi pemerintah. “Khususnya visi untuk membangun sumber daya manusia (sdm), yakni Visi Sultra, Beriman dan Beradab,” ungkapnya.

Kepengurusan PW DMI Sultra ini, ungkapnya, merupakan hasil dari Musyawarah Wilayah (Muswil) DMI Sultra. “Termasuk pemilihan ketua dan menyusun kepengurusan,” ucapnya.

Seperti dikutip dari laman http://butonpos.fajar.co.id/, H. Syafruddin selaku Waketum PP DMI menyatakan bahwa DMI ialah organisasi yang memiliki peran utama dalam memakmurkan masjid. Masjid pun berfungsi sebagai pusat ibadah. “Kita harus mengelola masjid dengan baik serta mengembalikan fungsi masjid sehingga bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

“Saya berharap kepada seluruh pengurus yang baru dilantik agar dapat mengemban tanggung jawab sesuai dengan visi misi dan program kerja DMI. DMI juga memiliki 10 program. Diantaranya ialah wisata religi berbasis masjid dan ekonomi berbasis masjid,” ujar Syafruddin yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi (RB) RI.

Program ini, lanjutnya, bisa menjadi salah satu faktor peningkatan ekonomi, karena di dalam manajemennya bisa menjadi tempat berjualan, kuliner, dan pakaian gamis. “Jadi, itu arti dari memakmurkan masjid,” imbuhnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani