Qatar merupakan salah satu negara aggota Gulf Cooperation Countries (GCC) yang menjadi magnet ekonomi bagi para pekerja migran di seluruh dunia. Hal ini wajar karena Qatar merupakan negara terkaya di dunia. Beth Greenfield menulis hal itu dalam artikelnya yang berjudul The World’s Richest Country. Seperti dikutip dari laman https://www.forbes.com/sites/bethgreenfield/2012/02/22/the-worlds-richest-countries/, Beth Greenfield menulis bahwa Keemiran di Teluk Persia, Qatar, memiliki penduduk sebanyak 1,7 juta jiwa dan berpredikat sebagai negara dengan pendapatan per kapita terkaya di dunia.

Hasil gambar untuk Sheikh Tamim, Qatar

Sumber: http://www.qatarliving.com

Menurutnya, Qatar harus berterimakasih terhadap melambungnya harga minyak dan cadangan gas alam secara masif (tinggi). Sesuai dengan daya belinya, Qatar memperkirakan suatu pendapatan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita sebanyak lebih dari 88.000 US$ pada tahun 2010. Qatar juga memiliki cadangan gas alam terbesar ketiga di dunia, dan menanamkan investasi secara besar-besaran di bidang infrastruktur untuk mencairkan dan mengeskpor gas alam itu.

Gambar terkait

Sumber: https://www.teachaway.com

Qatar juga berhasil memikat perusahaan keuangan multinasional untuk berinvestasi ke negara itu guna memperbanyak sumber-sumber (difersivikasi) ekonominya, seperti kampus-kampus satelit dari universitas-unversitas di Amerika Serikat (AS). Pemerintah Qatar pun mengeluarkan pendapatannya untuk proyek-proyek infratruktur seperti pelabuhan laut dalam, bandar udara, dan jaringan rel kereta api. Tujuannya ialah untuk mewujudkan Qatar sebagai tuan rumah yang baik untuk bisnis dan persiapan Piala Dunia 2022.

Hasil gambar untuk Qatar, world cup 2022

Rencana Pembangunan Khalifa International Stadion. Sumber: http://edition.cnn.com

Namun Qatar juga memiliki kelemahan dalam hal distribusi pendapatan negara terhadap masyarakatnya. Hal ini diungkapkan oleh Gian Luca Clementi, seorang Guru Besar (Professor) Ekonomi di Sekolah Bisnis Leonard N. Stern, Universitas New York, AS. “Di Qatar, sebagai contoh, distribusi kekayaannya sangatlah tidak setara, dan banyak penduduk (populasi) yang kenyataannya hidup sangat miskin,” paparnya.

Hasil gambar untuk Qatar, world cup 2022

Lambang Resmi Piala Dunia 2022 di Qatar. Sumber: http://theasianpost.co.uk

PDB Qatar, lanjutnya, menjadi tinggi karena penerimaan negara dari minyak bumi. “Dan jika saya menggunakan PDB sebagai indikator dari seberapa baiknya suatu negara di masa depan, di Qatar, hal terpenting ialah seberapa baik pemerintah menginvestasikan pendapatan itu,” jelasnya.

Jika Dilihat dari sudut pandang ketenagakerjaan, Qatar juga negara yang unik karena banyaknya tenaga kerja asing atau pekerja migran internasional, bahkan jumlahnya jauh melebihi warga negara Qatar sendiri. Jadi mayoritas penduduk Qatar justru berasal dari kelompok ekspatriat atau pekerja migran dari luar negeri. Data-data tentang kondisi demografis di Qatar ditulis secara lengkap oleh Priya D. Souza dalam artikel berjudul “Population of Qatar by Nationality – 2017 Report“.

Pelabuhan Mutiara Qatar, Sumber: https://en.wikipedia.org

Seperti dikutip dari laman http://priyadsouza.com/population-of-qatar-by-nationality-in-2017/, Priya D. Souza menulis bahwa Qatar merupakan rumah bagi berbagai macam orang dari seluruh dunia. Bahkan mereka menjadi bagian terbesar (mayoritas) dari populasi penduduk Qatar, walaupun sebagian besar mereka hanya menetap sementara waktu. Kondisi ini menyebabkan warga Qatar sendiri menjadi minoritas dalam beberapa dekade terakhir.

Berdasarkan data yang telah dipublikasikan oleh “Qatar’s Labour Force Survey 2016 Q2“, tertulis secara jelas bahwa terdapat 194.432 orang warga negara Qatar yang berumur 15 tahun atau lebih. Jumlah ini meliputi penduduk populasi yang aktif dn tidak aktif secara ekonomi, termasuk penyandang disabilitas, pelajar, pensiunan, dan ibu rumah tangga, serta data ini berbasis gender.

Peta Administratif Keemiran Qatar, Sumber: http://www.sejarah-negara.com

Data lainnya terdapat dalam laporan bertajuk “Woman and Man in The State of Qatar 2014,” menyajikan rasio warga negara Qatar di bawah usia 15 tahun dibandingkan dengan penduduk lainnya ialah 37 persen untuk perempuan dan 39,1 persen untuk pria (hlm 18). Etimasi (perkiraan) rasio populasi warga negara Qatar itu diambil dalam kurun waktu pertengahan tahun 2013. Berikut ini adalah tabel data dari jumlah warga asing yang menetap di Qatar.

The List of Nationalities

Nationality Population Percent of total* Data recency
India 650,000 25.00% Dec 2016
Nepal >350,000 13.50% Jan 2017
Qatar 313,000 12.10% Jun 2016
Bangladesh 280,000 10.80% May 2016
Philippines 260,000 10.00% Jan 2017
Egypt 200,000 8.60% Feb 2015
Sri Lanka 145,256 5.60% Dec 2016
Pakistan 125,000 4.80% Oct 2016
Syria 54,000 2.20% Nov 2015
Sudan 50,000 2.10% Apr 2015
Indonesia 43,000 1.70% Sep 2016
Jordan 40,000 1.80% Dec 2014
Iran 30,000 1.50% Dec 2013
UK 25,000 1.10% Apr 2015
Lebanon 24,000 0.92% Jan 2017
Ethiopia 22,000 0.91% Jan 2016
Palestine 20,000 0.85% Jun 2015
Tunisia 20,000 0.77% May 2016
Kenya 14,000 0.55% Aug 2016
USA** >11,000 >0.43% Mar 2015
China >10,000 >0.41% Jan 2016
Eritrea 10,000 >0.41% Aug 2016
Canada 9,000 0.35% Feb 2017
Iraq 8,976 0.40% Dec 2014
Turkey 8,000 0.31% Oct 2016
Nigeria 7,500 0.29% Oct 2016
South Africa 6,000 0.23% May 2016
Australia 5,500 0.21% Nov 2016
Algeria 5,000 0.20% Mar 2016
France 5,000 0.20% Apr 2016
Ghana 5,000 0.21% Jan 2015
Malaysia 4,848 0.19% Feb 2016
Thailand 4,500 0.18% Mar 2016
Afghanistan 3,500 – 4,000 ~0.2% Nov 2012
Spain 3,500 0.14% Jan 2017
Uganda 3,000 0.11% Nov 2016
Romania 2,500 0.10% Apr 2015
Greece 2,200 <0.10% May 2016
Italy 2,100 <0.10% Nov 2016
Germany 2,000 <0.10% Jan 2017
Ireland 2,000 <0.10% May 2015
Russia 2,000 <0.10% Mar 2016
South Korea 2,000 <0.10% Dec 2015
Vietnam 2,000 <0.10% Feb 2016
Serbia 2,000 <0.10% Feb 2017
Portugal 1,500 <0.10% Mar 2016
Brazil 1,500 <0.10% Jul 2016
Netherlands 1,432 <0.10% Mar 2016
Albania 1,200 <0.10% Jan 2017
Macedonia 1,000 <0.10% Dec 2013
Ukraine 1,000 <0.10% Nov 2016
New Zealand 989 <0.10% Feb 2017
Japan 944 <0.10% Jan 2017
Denmark 900 <0.10% Feb 2017
Poland 700 – 800 <0.10% Feb 2017
Belgium 600 <0.10% Jan 2017
Cuba 600 <0.10% May 2016
Sweden 527 <0.10% Feb 2017
Bulgaria 500 <0.10% Jan 2017
Croatia 500 <0.10% Nov 2016
Austria 500 <0.10% Nov 2016
Argentina 400 <0.10% Jan 2017
Mexico 400 <0.10% Oct 2015
Venezuela 337 <0.10% Dec 2014
Kyrgyzstan 330 <0.10% Feb 2017
Hungary 300 <0.10% Jan 2017
Singapore 300 <0.10% Dec 2014
Switzerland 250 <0.10% Dec 2014
Senegal a few hundred <0.10% Mar 2016
Belarus 200 <0.10% Jan 2017
Finland 200 <0.10% Jan 2017
Kazakhstan 200 <0.10% Aug 2015
Colombia 200 <0.10% Feb 2017
Norway 160 <0.10% 2015
Moldova 154 <0.10% Jan 2017
Gambia 135 <0.10% Dec 2013
Azerbaijan 120 <0.10% Dec 2014
Ecuador 100 <0.10% Dec 2014
El Salvador 100 <0.10% Dec 2014
Slovakia 100 <0.10% Jan 2017
Czech Republic 100 <0.10% Feb 2017
Benin 82 <0.10% Dec 2014
Dominican Republic 44 <0.10% Dec 2014
Liberia 40 <0.10% Dec 2013
Brunei 20 <0.10% Dec 2013
Latvia 10 <0.10% Jan 2017
Liechentstein 1 <0.10% Jan 2015

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani