DMI.OR.ID, YOGYAKARTA – Pimpinan Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada Sabtu (23/1), bertempat di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Yogyakarta.

Ketua PW DMI Provinsi DIY, Prof. Dr. H. Muhammad, M.Ag., menyatakan Rakerwil Tahun 2016 ini membahas beberapa isu penting yang telah dan sedang terjadi di Yogyakarta dan wilayah Indonesia lainya.

“Ada dua isu utama yang dibahas dalam Rakerwil DMI ini, yakni vandalisme (aksi perusakan) terhadap masjid dan maraknya aliran sesat di Indonesia yang dapat merongrong akidah jama’ah masjid,” tutur Prof. Muhammad dalam rilisnya kepada DMI.OR.ID, Senin (25/1) pagi.

Dua masalah lain yang juga dibahas, lanjutnya, adalah capaian program revitalisasi akustik masjid di Provinsi DIY dan program waqaf uang yang saat ini sedang dikembangkan PW DMI Provinsi DIY.

Seperti dikutip dari laman http://krjogja.com/, dalam Rakerwil ini, Prof. Muhammad juga mengajak para takmir masjid untuk peduli terhadap lingkungan masjid. “Hal ini penting agar aksi vandalisme di Masjid Wiworo Tjipto tidak terulang kembali,” ujarnya pada Ahad (24/1).

Apalagi, imbuhnya, terdapat unsur kesengajaan dalam aksi di Jalan Bantul Km 1 Gedongkiwo, Mantrirejon, Yogyakarta pada Rabu (20/1) lalu.

 

Menurutnya, aksi vandalisme ini pasti terencana. “Pelakunya adalah orang yang tidak bertanggung jawab dan pengecut. Itu perbuatan yang memancing permasalahan,” tegas Prof Muhammad pada Kamis (21/01).

Ia pun berharap polisi bisa melacak dan menangkap pelakunya. “Dugaan saya, aksi vandalisme ini ada dalang intelektualnya. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan hukum yang berlaku,” imbuhnya.

Ia pun berharap agar lembaga takmir masjid dapat mengayomi masyarakat karena akhir-akhir ini berkembang berbagai aliran sesat yang merongrong akidah jama’ah masjid.

Menurutnya, agar kejadian serupa tidak terulang kembali, perlu ada tindakan tegas yang memberi efek jera. “Seandainya pun pelaku hanya iseng, tetap perlu diberi hukuman. Apalagi jika ada unsur sengaja,” jelasnya.

Terkait program akustik masjid, Prof Muhammad menyampaikan sejumlah kemajuan yang telah telah dicapai oleh PW DMI Provinsi DIY, khususnya dalam Program Perbaikan Akustik Masjid.

“Alhamdulilah, DMI DIY sudah berhasil menyelesaikan perbaikan akustik di lebih dari 1.300 masjid di seluruh DIY,” ungkapnya.

Saat ini, lanjutnya, PW DMI DIY juga sedang mengembangkan program wakaf uang yang ditempatkan di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Syariah Provinsi DIY.

“Harapan saya, lembaga takmir masjid dapat berpartisipasi dalam wakaf uang yang hasilnya untuk perbaikan akustik masjid ini,” ucapnya.

Rakerwil PW DMI Provinsi DIY Tahun 2016 ini dihadiri oleh 50 orang pengurus DMI Kabupaten/ Kota se-DIY.

Dalam rakerwil ini, Prof Muhammad juga mendoakan para pelaku vandalisme di masjid untuk menyadari kesalahannya.

“Semoga pelakunya segera sadar dan justru berbalik menjadi pemakmur masjid, taat beribadah, dan selalu salat wajib berjemaah di masjid di awal waktu. Bahkan, pelaku dapat menjadi contoh yang baik bagi orang lain,” harapnya.

 

 

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani