DMINEWS, JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Kerajaan Hasyimiah Yordania sepakat untuk terus bersama-sama mensyiarkan Islam sebagai agama yang damai, toleran dan Rahmatan lil A’lamin.

“Bersama-sama kita serukan persatuan ummat Islam di seluruh dunia,” tutur Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, pada Rabu (22/4), di Gedung Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta.

Tepatya, dalam pertemuan bilateral Presiden Widodo dengan Paduka Yang Mulia (His Royal Higness) Raja Abdullah II dari Kerajaan Hasyimiah Yordania pada Rabu (22/4), di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika/ Asian African Summit (AAS).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Peringatan ke-60 Tahun KAA 2015 di Jakarta dan Bandung, 19-24 April 2015, di Jakarta dan Bandung.

“Sangat penting bagi negara-negara Islam untuk selalu mensiarkan Islam sebagai agama yang dapat memberikan solusi damai, toleran dan Rahmatan lil A’lamin,” tutur PYM Raja Abdulah II.

Pemerintah Yordania, lanjutnya, juga akan meningkatkan kerja sama bilateral dengan Indonesia di bidang pertahanan dan keamanan. “Saya menyambut baik keinginan Indonesia untuk menjadikan Yordania sebgai pintu masuk produk ekspor Indonesia ke wilayah Timur Tengah,” paparnya.

Sementara Presiden Widodo menawarkan produk ungguan industri strategis Indonesia seperti pesawat, kapal laut dan produk alat utama sistem pertahanan (alutsista) lainnya untuk kepentingan militer. “Indonesia sering mengekspor produk-produk itu ke beberapa negara di Asia dan Afrika,” ungkapnya.

Apalagi, lanjutnya, total nilai perdagangan RI-Yordania selma periode 2009-2014naik rata-rata sebesar 6,23 persen per tahun. Yordania juga telah menanamkan modal ke Indonesia senilai US$ 211,9 juta di bidang kimia dan pertahanan.

Selama 2014, nilai perdagangan bilateral RI-Yordania mencapai US$ 305,19 juta. Adapun komoditas ekspor utama Indonesia ke Timur Tengah ialah Crude Palm Oil/ CPO (Minyak Sawit), produk perikanan, kopi, lada, makanan olahan, tekstil, produk kayu dan turunannya, furniture, gelas, keramik dan peralatan kendaraan.

 

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani