DMI.OR.ID, CIREBON – Sultan Sepuh XIV, Pangeran Raja Adipati (PRA) H. Arief Natadiningrat,  S.E., menyatakan bahwa Sunan Gunung Jati telah mengamanatkan 42 petatah-petitih (nasihat kebajikan) kepada kaum kerabatnya dan umat Islam di seluruh Cirebon. Salah satunya adalah “Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin“.

“Maksud dari ‘Titip Tajug‘ adalah menitipkan masjid, akhlaq, shalat, dan hablum minAllah. Sedangkan ‘Titip Fakir Miskin’ adalah menitipkan masyarakat kita, bangsa kita, dan negara kita. Itulah yang diamanatkan oleh Sunan Gunung Djati (dari) Cirebon,” jelas Sutan Sepuh XIV pada Sabtu (5/5), seperti dikutip dari laman https://kumparan.com.

Tepatnya saat menjadi narasumber utama (key note speaker) dan memberikan sambutan dalam acara Simposium Regional Wisata Religi Halal dan Pembardayaan Ekonomi Berbasis Masjid se-Wilayah III Cirebon. Acara ini berlangsung di Bangsal Pagelaran Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon.

Sultan Sepuh XIV pun berharap agar kegiatan simposium wisata religi berbasis masjid ini dapat memberikan semangat kepada semua pihak, khususnya umat Islam, untuk terus memelihara masjid sebagai destinasi wisata religi. “(Apalagi) sebelum adanya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Cirebon sudah menjadi tujuan wisata ziarah,” imbuhnya.

Menurutnya, terdapat tiga tempat ziarah utama di Cirebon, yakni makan Sunan Gunung Jati, Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang dibangun Sunan Gunung Jati, dan rumah Sunan Gunung Jati.

“Masjid tidak sekedar berfungsi untuk beribadah, tetapi bagaimana fungsinya bertambah sebagai tujuan wisata religius. Ini menjadi potensi ekonomi untuk masjid itu sendiri serta masyarakat di sekitarnya. Leluhur kita telah meninggalkan sesutu yang masih bermanfaat sampai sekarang, Alhamdulilah,” paparnya.

Selain itu, lanjutnya, ada banyak sekali destinasi wisata ziarah atau wisata religius di Cirebon, seperti Situs Plangon, Situs Syeikh Magelung Sakti, dan situs-situs keramat lainnya. “Bahkan bukan peninggalan Islam saja, Gereja Katolik tertua pun ada di Cirebon,” ucapnya.

Sultan Sepuh XIV pun bersyukur atas diselenggarakannya simposium destinasi wisata religi berbasis masjid di Cirebon. “Tentunya ini suatu kehormatan bagi warga Cirebon, Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, dan keluarga besar Kesultanan Cirebon atas terselenggaranya simposium ini,” ungkapnya.

“Tentunya kita tahu banyak sekali wisata religi di Indonesia. Tetapi Alhamdulilah Cirebon diberi kehormatan menjadi tuan rumah simposium destinasi wisata religi berbasis masjid,” ujarnya.

Sultan Sepuh XIV pun memohon doa dan dukungan dari DMI untuk terus bekerjasama dalam memelihara dan melestarikan peninggalan-peninggalan ini. “Kami mohon juga bisa diangkat dan promosikan destinasi wisata Cirebon,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Sultan Sepuh XIV juga memberikan gelar kebangsawanan Khalifah Panata Tajug kepada Wakil Ketua Umum (Waketum) Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi (Pol). Drs. H. Syafrudin, M.Si. Diantara alasannya ialah jasa-jasa Kkomjen Pol. Syafruddin dalam mengembangkan dan memakmurkan masjid.

“Kami dari Kesultanan Cirebon menganugerahkan penghargaan tertinggi kepada Komjen Pol. H. Syafruddin, selaku Wakil Ketua DMI, sebagai Khalifah Panata Tajug sesuai dengan amanat Sultan Gunung Jati, ‘Ingsun titip tajug lan fakir miskin,’” jelasnya.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh PP DMI dan Keraton Kasepuhan, Cirebon, bekerjasama dengan Pimpinan Wilayah (PW) DMI Provinsi Jawa Barat, Pimpinan Daerah (PD) DMI Kota Cirebon, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon.

Dalam acara ini, turut hadir Ketua-Ketua PP DMI, yakni Drs. KH. Abdul Manan A. Ghani,  Drs. H. Andi Mappaganti, M.M., dan Drs. H. Muhammad Natsir Zubaidi. Hadir pula Bendahara PP DMI, Dra. Hj. Dian Artida, dan Direktur Program PP DMI, Dr. H. Munawar Fuad Noeh, M.A., 

Hadir pula Ketua Departemen Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, Teknologi (Iptek), dan Kebudayaan PP DMI, H. Mirza Muhammad, dan Ketua Departemen Kaderisasi Pemuda dan Remaja Masjid PP DMI, drg. Muhammad Arief Rosyid hasan, M.K.M.

Turut hadir anggota Departemen Pengelolaan Zakat, Infaq, Shadaqah, Hibah, dan Waqaf PP DMI, Drs. H. Muzazin Zubair, M.Ag., Pejabat Sementara (Pjs). Wali Kota Cirebon, Dr. H. Dedi Taufik, M.Si., dan Pelaksana tugas (Plt). Bupati Cirebon, Selly Andriany Gantina, A.Md. 

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani