DMI.OR.ID., JAKARTA – Tim Implementasi Aplikasi Android Dewan Masjid Indonesia (DMI) telah mendaftarkan (registrasi) sebanyak 5.201 masjid yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia lengkap dengan nama dan alamat masjidnya. Tim pengembang aplikasi ini terus membuat berbagai fitur menarik untuk memudahkan para pengguna aplikasi DMI mencari informasi terkait masjid.

Koordinator Tim Implementasi Aplikasi DMI, Achmad Sugiarto, menyatakan hal ini pada Sabtu (6/5), dalam rilisnya kepada DMI.OR.ID. “Alhamdulilah, sudah ada 5.201 masjid yang terdaftar di aplikasi. Kami akan terus mengembangkan fitur-fitur aplikasi DMI berbasis android ini sehingga dapat dengan mudah dan efektif digunakan oleh komunitas masjid,” tutur Sugiarto.

Fitur-fitur itu, lanjutnya, meliputi jadwal sholat berdasarkan lokasi dari Global Positioning System (GPS), penampilan jadwal kegiatan masjid per pekan, dan penyusunan jadwal kegiatan da’i/ muballigh secara otomatis dari jadwal masjid, serta pengingat (reminder) bagi jadwal kegiatan da’i/mubaligh.

“Dengan berbagai fitur ini, kami berharap agar umat dapat melihat jadwal kegiatan kajian di beberapa masjid terdekat dan lain-lain. Selain fitur-fitur baru itu, tentu saja masih diperdalam fitur-fitur yang sudah ada sebelumnya antara lain: bagi umat : arah kiblat, mencari masjid terdekat, menandai masjid baru, tanya-jawab da’i, undang da’i, tanya jawab da’i dan lain-lain,” jelasnya.

Menurutnya, pengurus masjid dapat juga melakukan pengelolaan data kajian/ kegiatan masjid. Sedangkan bagi da’i, selain untuk merespon undangan dan tanya jawab, mereka dapat juga melakukan pengelolaan atau memonitor jadwal kegiatan kajian beserta sistem pengingatnya.

“Untuk mendukung komunikasi di kalangan komuniitas masjid dalam menggunakan aplikasi DMI, maka kami menyediakan media sosial twitter @dewan_masjid, dengan jumlah follower mencapai lebih dari 1100 follower dan pertumbuhan jumlah follower sekitar 10% per bulan. Adapun Jumlah download mencapai lebih dari 1000 download dan jumlah active user sekitar 550 user,” paparnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani