DMI.OR.ID, DEPOK – “Hidup Mahasiswa ! Hidup Mahasiswa ! Hidup Mahasiswa !”. Seruan penuh semangat itu diucapkan Ketua Umum panitia pelaksana Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Mahasiswa Nasional (MN) XIV, Dr. H. Arman Nefi, SH., MH., yang juga Direktur Kemahasiswaan Universitas Indonesia (UI) pada Jum’at (7/8) malam.

Tepatnya, saat menyampaikan laporan dalam acara penutupan MTQ MN XIV ini di balairung Kampus UI, Depok, pada Jum’at (7/8) malam.

Alhamdulilah, MTQ MN XIV ini mampu memberikan nuansa ukhuwah (persaudaraan) Islamiyah, wathoniyah (kebangsaan), dan insaniyah (kemanusiaan) diantara kita. Semoga persaudaraan ini berlangsung terus pasca MTQ MN XIV,” papar Arman.

Menurutnya, kompetisi MTQ MN XIV ini berlangsung amat ketat, apalagi para khafilah merupakan hasil seleksi dan pilihan dari perguruan tinggi masing-masing. “Bagi para khafilah yang belum beruntung, ini adalah kesuksesan yang tertunda. Masa depan saudara masih panjang,” tuturnya.

Arman pun mengklaim nuansa (outlook) internasional sangat terasa dengan tampilnya beberapa qori’ dan qori’ah  dari negara-negara sahabat berpenduduk mayoritas Muslim, seperti Turki yang turut berpartisipasi dalam acara-acara pendukung MTQ MN XIV.

Arman pun mengusulkan kepada Menteri Riset, Teknologi (Ristek), dan Pendidikan Tinggi (Dikti), Prof. H. Muhammad Nashir, Ak., Ph.D, untuk menyelenggarakan MTQ MN di level internasional, yang melibatkan negara-negara ASEAN plus beberapa negara sahabat berpenduduk mayoritas Muslim.

“Kami mengusulkan kepada Pak Menteri agar pelaksanaan MTQ MN diangkat ke level internasional, dengan melibatkan negara-negara ASEAN plus beberapa negara mayoritas Muslim,” jelas Arman.

Dengan kerendahan hati dan keihklasan, lanjutnya, pasti ada kekurangan dan ketidaksempurnaan kami sebagai tuan rumah MTQ MN XIV (official) kepada tamu-tamu kami. “Tentu kekurangan kami akan menjadi catatan dan evaluasi bagi tuan rumah MTQ MN selanjutnya,” ungkapnya.

Sunnatullah-nya, selalu ada perpisahan jika ada pertemuan. Mudah-mudahan, ajang MTQ MN XIV ini menjadi memori (kenangan) yang tidak terlupakan bagi kita semua. Apalagi seluruh pojok UI, khususnya danau UI, menjadi tempat berfoto selfie bagi para khafilah. Alunan haflah Al-Qur’an dalam ajang ini menunjukan kita semua bersaudara,” jelas Arman.

Ia pun melaporkan hasil sarasehan para Wakil Rektor (Warek) Bidang Kemahasiswaan yang kampusnya mengikuti MTQ MN XIV untuk menjaring tuan rumah MTQ MN  XV, dua tahun mendatang. Hasilnya, ada tujuh pihak yang mengajukan diri menjadi tuan rumah.

“Pertama, Universitas Negeri Malang (UNM) dan Universitas Brawijaya (Unibraw) mengajukan diri menjadi tuan rumah bersama MTQ MN XV. Kedua, Universitas Tadulako; ketiga, Universitas Mataram (Unma); keempat, Universitas Negeri Semarang (Unnes), dan kelima, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dari Serang,” papar Arman.

Keenam, lanjutnya, adalah Universitas Sultan Khairun di Ternate, Maluku dan ketujuh, Universitas Gajah Mada di Yogyakarta. “Selamat mempersiapkan diri dan meyakinkan Kementerian Ristek dan Dikti. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan MTQ MN XIV ini,” ucapnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani