Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=Iey9ZjZYx58&t=5374s / Tawaf TV

DMI.OR.ID, JAKARTA – Dewan Masjid Indonesia (DMI) telah mensinergikan enam acara sekaligus dalam satu kegiatan bersama. Keenam acara itu ialah Peringatan Milad DMI ke 47, Penyelenggaraan Halal bi Halal DMISeminar Sehari bertema Islam Rahmatan Lil A’lamin Sebagai Modal Utama Membangun Bangsa, dan Launching (Peluncuran) Pendidikan Khatib dan Da’i Nasional.

Acara lainnya ialah Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of UnderstandingMoU) antara DMI dengan Tiga Perbankan Syariah dan Satu Perbankan Umum, yakni Bank Nasional Indonesia (BNI) Syariah, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah, Bank Syariah Mandiri (BSM), dan Bank Tabungan Negara (BTN).

Satu acara lainnya ialah Launching Buku Pedoman Rancang Bangun Arsitektur Masjid di Indonesia hasil kerja sama DMI dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).

Berdasarkan pantauan DMI.OR.ID, dalam sambutannya Wakil Presiden (Wapres) RI, Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, menyatakan bahwa DMI menggelar enam acara dalam satu kegiatan ini untuk berhemat.

“Acara kita hari ini, acara Six in One, satu upacara enam acara, itu cara kita menghemat. Acara milad digabung Halal bi Halal, walaupun ini sudah bukan lagi, sudah melewati bulan Syawal, bulan Dzulqaidah, tetapi silaturahim kapan saja bisa dilakukan, tidak tergantung bulan Syawal,” tutur Wapres Kalla pada Rabu (17/7) pagi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Wapres Kalla pun mengucapkan Minal Aidin wal Faizin kepada sekitar 650 tamu undangan dan panitia yang hadir dalam acara ini. “Karena baru sempat ketemu,tatap muka pada hari ini,” imbuhnya.

Secara khusus, lanjutnya, tugas kita atau tujuan kita dalam Dewan Masjid ini ialah bagaimana meningkatkan ibadah yang fardhu dan juga ibadah sosial kita secara baik. “Dengan (cara) meningkatkan fasilitas, organisasi, pelaksanaan dan pelayanan masjid yang lebih baik,” paparnya.

Menurutnya, tujuan DMI ini bukan tanpa alasan tertentu. Tetapi karena Masjid di Indonesia ini terbanyak (jumlahnya) di dunia. “Jadi, urusan kita ini bukan urusan sedikit, bukan urusan remeh-temeh. Karena itulah kita harus betul-betul melaksanakan ibadah,” ucap Wapres Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) DMI.

Dalam Kegiatan ini, Wapres Jusuf Kalla juga menyaksikan langsung prosesi penandatanganan MoU antara DMI dengan PT. Dompet Anak Bangsa (Go-Pay). MoU itu ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) PP DMI, Drs. KH. Masdar Farid Mas’udi, M.Si., dan Chief Executive Officer (CEO) Go-Pay, Aldi Haryopratomo, B.A., M.B.A.

“Hari ini juga kita tandatangani (kesepakatan) dengan GopayGopay itu bagian daripada Gojek, kemarin saya ketemu. Kenapa kita tandatangani? Nanti Pak, (di masa) yang akan datang, kita punya uang cash (tunai) di kantong sudah berkurang, namanya cashless. Jadi semua transaksi, beli makanan, beli apa, semua tinggal Handphone,” tutur Wapres Kalla pada Rabu (17/7) pagi.

Bahanya nanti Pak Kyai, lanjut Wapres Kalla, nanti kotak amal susah isinya, karena orang tidak bawa uang kontan lagi. Kalau itu terjadi, kotak amal diedarkan orang hanya melihat saja.

“Sebab uang semua ada di handphone-nya. Karena itu, nanti yang diedarkan dengan kerja sama dengan gojek, yaitu cara untuk tempel aja di handphone, mau Rp 10.000, Rp 100.000, sumbang tinggal tulis aja di situ. Nah, ini masjid di masa datang, kalau masjid masa kini masih ada kotak amal,” papar Wapres Kalla seperti dikutip dari laman https://www.youtube.com/watch?v=koiR8CLypFI

Menurutnya, hampir semua orang saat ini sudah punya handphone, bahkan banyak yang punya dua handphone. “Mungkin dari 1.000 orang di ruangan ini, ada 1.200 handphone karena banyak yang punya dua handphone. Jadi nanti tinggal sumbang pakai handphone. itu namanya cashlessIndonesia, menyumbang secara elektronik, bahkan sambil jalan-jalan pun bisa sumbang masjid,” paparnya.

Selain itu, jelasnya, DMI dan penyedia aplikasi Gojek juga akan bekerjasama dalam pengembangan ekonomi jama’ah berbasis masjid.

“Kedua, juga gunanya, karena saluran masjid itu ada dimana-mana, gojek juga ada dimana-mana sehingga bisa menghubungankan masjid dengan usaha kecil dan menengah (ukm). Jadi jamaah bikin usaha, nanti pemasarannya dibantu dengan jalur-jalur pemasaran Gojek,” ucapnya.

KH. Masdar Farid Mas’udi juga menandatangani MoU dengan Direktur Utama BNI Syariah, Drs. H. Abdullah Firman Wibowo, M.M., Direktur Utama BRI Syariah, Drs. H. Ngatari, Direktur Utama BSM, Drs. H. Tony Eko Boy Subari, dan Direktur Consumer Banking BTN, Drs. H. Budi Satria, M.Si.

Selain itu, turut hadir dan memberikan kata sambutan Wakil Presiden RI Terpilih, Prof. Dr. (H.C.) Drs. KH. Makruf Amin. Beliau menjadi narasumber utama (keynote speaker) dalam kegiatan ini. Kyai Makruf juga memukul bedug beberapa kali untuk membuka acara ini.

Dalam prosesi ini, Kyai Makruf didampingi oleh Wapres Jusuf Kalla, Ketua PP DMI, Drs. KH. Abdul Mannan A. Ghani, yang juga Ketua Steering Committee (SC) Panitia Milad DMI, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP DMI, Drs. H. Imam Addaruquthni, M.A., serta Sekretaris PP DMI, Dr. H. Serian WIjatno, S.E., M.M., M.H., yang juga Sekretaris SC Panitia MIlad DMI.

Bahkan Wapres Jusuf Kalla pun memotong tumpeng nasi kuning. Hal ini menjadi perwujudan rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT) atas peringatan Milad DMI ke 47.

Sejumlah narasumber juga turut hadir dan memaparkan materi dalam seminar acara ini, yakni Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, Lc., M.A., Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al-Washliyah, H. Yusnar Yusuf Rangkuti, M.Sc., Ph.D., dan Ketua Umum PB Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Prof. Dr. Habib H. Muhammad Baharun, S.H., M.A.

Narasumber lainnya ialah Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Mahasina Darul Qur’an Wal Hadist, Hj. Badriyah Fayumi, Lc. MA, yang juga Ulama Perempuan Indonesia, dan Ketua Umum Pengurus Pusat Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), Drs. H. Mohammad Siddik, M.A., serta Pakar Tafsir Al-Qur’an, Prof. Dr. Anre Gurutta (AG). H. Muhammad Quraish Shihab, M.A.

Turut hadir dan memaparkan materi Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Umat Islam, H. Nazar Harits, M.B.A., Ketua Departemen Pemberdayaan Organisasi dan Pembinaan Kewilayahan PP DMI, Dr. H. Makmun Murad Al-Barbasy, M.Si., yang juga mewakili PP Muhammadiyah, dan Waketum PP DMI, Kyai Masdar Farid Mas’udi.

Adapun moderator dalam seminar ini ialah Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Dewan Pimpinan MUI Pusat, Drs. KH. Masduki Baidlowi, yang juga Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU.

Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh penampilan Hadrah dan Tarian Sufi dari Pondok Rumi. Adapun prosesi Doa Bersama untuk kemaslahatan dan kemakmuran Indonesia dipimpin oleh KH. Abdul Somad Buchori yang juga Ketua Dewan Pimpinan MUI Wilayah Jawa Timur.

DMI juga menargetkan untuk melatih dan mendidik sebanyak 10.000 khatibda’i, dan muballigh dalam waktu lima tahun ke depan, 2019-2024. Pendidikan dan pelatihan ini bertujuan untuk membentuk dan mencetak da’ikhatib dan muballigh yang berpaham Islam washatiyyah dan Rahmatan lil A’lamin.

Ketua PP DMI, Drs. KH. Abdul Mannan A. Ghani, menyatakan hal itu pada Rabu (17/7) pagi. Tepatnya saat memberikan kata sambutan sekaligus melaporkan kegiatan Peringatan Milad DMI ke-47 kepada Wapres Jusuf Kalla dan para hadirin lainnya.

Launching (Peluncuran) Pendidikan Khatib, Muballigh, Da’i, kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Berharap pendidikan ini akan berkelanjutan dengan khatib dan da’i wasathiyyahkhatib dan da’i rahmatan il a’lamin, karena masjid menjadi tempat manusia merajut perdamaian,” jelasnya.

Menurutnya, masjid berfungsi sebagai pusat peradaban dan tempat membangun pertahanan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Semoga DMI ke depan semakin bisa menggerakkan (masjid dan umat) karena masjid sebagai pusat peradaban, masjid sebagai tempat membangun pertahanan NKRI,” ucapnya.

“Sekaligus mohon kepada Bapak Wapres Jusuf Kalla untuk launching pendidikan da’ikhatib  berkelanjutan yang insya Allah akan dimulai pada awal Agustus. Semoga bisa mencapai 10.000 khatib dan da’i dalam waktu lima tahun ini,” paparnya.

Masjid, lanjutmya, adalah tempat sujud, tempat mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT). “Orang yang paling dekat kepada Allah, ketika orang itu sedang sujud,” imbuhnya.

“Sejak awalnya, masjid itu dibangun untuk menjadikan manusia bertakwa. Manusia yang bertakwa inilah yang membangun peradaban sehingga menjadi peradaban yang tinggi, manusia-manusia yang beradab,” ungkapnya.

Berikut ini adalah video utuh live streaming kegiatan Milad DMI ke 47, Halal bi Halal, dan Seminar Sehari bertema Islam Rahmatan Lil A’lamin Sebagai Modal Utama Membangun Bangsa. Video ini berdurasi selama 5 jam 49 detik dan disyiarkan oleh Tawaf TV. Selamat menyaksikan, semoga bermanfaat. Amin Yaa Rabbal A’lamin.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani