Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=dS0FpcZb5no / Tawaf TV

DMI.OR.ID, JEDDAH – Republik Indonesia (RI) dan Kerajaan Arab Saudi (KAS) akan segera membangun Museum Internasional Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam (SAW) dan Peradaban Islam pada tahun 2020 di Cimanggis, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat

Proses pembangunan Museum Nabi Muhammad SAW ini melibatkan banyak pihak, yakni Dewan Masjid Indonesia (DMI), Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Rabithah al-Alam al-Islami atau Liga Dunia Islam, Yayasan Waqaf as-Salam Makkah al-Mukarramah, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, dan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Seperti dikutip dari laman https://kemlu.go.id/, Wakil Ketua Umum (Waketum) Pimpinan Pusat (PP) DMI, Drs. H. Syafruddin, M.Si., telah menandatangani Nota Kesepahaman Tentang Pembangunan Museum Nabi Muhammad SAW di Indonesia pada Senin (30/9) di Kantor Rabithah al-Alam al-Islam, Jeddah, Arab Saudi.

Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) ini juga ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Rabithah al-Alam al-IslamiSyaikh Dr. H. Muhammad Abdul Karim Al-Isa, dan Ketua Yayasan Waqaf as-Salam, Dr. H. Nashir bin Mishfir Azzahroni.

Prosesi penandatanganan MoU ini disaksikan oleh Konsul Jenderal (Konjen) Republik Indonesia (RI) untuk Jeddah, Dr. H. Mohamad Hery Saripudin. Adapun tujuan pendirian Museum Nabi Muhammad SAW ialah menjelaskan kepada dunia tentang sejarah otentik Nabi Muhammad dengan menggunakan metode-metode modern.

Museum ini juga akan menonjolkan berbagai bentuk peradaban dan kebudayaan Islam yang dibangun atas prinsip-prinsip mulia.

Seperti dikutip dari laman https://tazakka.or.id/, seluruh rombongan yang dipimpin oleh H. Syafruddin berangkat ke kota Madinah al-Munawarah pada Selasa (1/10). Tepatnya menuju Istana Gubernur Madinah untuk melihat miniatur Museum Nabi Muhammad SAW. Rombongan H. Syafruddin pun disambut oleh Syaikh Dr. Nashir bin Mishfir az-Zahroni dan para pejabat di Istana Gubernur Madinah.

Sembari mengantar rombongan berkeliling melihat miniatur museum Nabi Muhammad SAW, Syaikh Dr. Nashir bin Mishfir az-Zahroni menjelaskan bahwa museum ini baru mencerminkan 20 persen dari museum seutuhnya yang nanti akan dibangun di Indonesia.

“Miniatur museum Nabi Muhammad SAW ini sangat istimewa karena dilengkapi dengan benda-benda bersejarah yang pernah digunakan langsung oleh Rasulullah Muhammad SAW. Sedangkan materi-materi lainnya akan didesain secara canggih dengan teknologi terbaru,” tutur Syaikh Nashir pada Selasa (1/10), kepada anggota rombongan yang hadir.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Pimpinan Pondok Modern Tazakka, KH. Anizar Masyhadi, S.S., yang turut hadir dalam rombongan. Anggota rombongan lainnya ialah Ustaz H. Ali Hasan Al Bahar, Lc., M.A., (Habib Bahar) selaku penerjemah, dr. H. Muhammad Yamindr. H. Riyadh FirdausH. Halim Djaja, dan H. Hari Soewiknji.

Miniatur museum Nabi Muhammad SAW ini, lanjutnya, juga menampilkan sejumlah materi dan konten tentang silsilah dan kerabat Nabi MUhammad SAW serta kebiasaan keseharian Rasulullah SAW secara lengkap dan detail.

“Museum Nabi Muhammad SAW akan menampilkan hadits-hadits tentang kehidupan, ibadah, dan hubungan kemasyarakatan Rasulullah SAW dengan masyarakat non-Muslim. Ada pula 138 hadits Nabi yang menjelaskan bagaimana hubungan Nabi dengan non Muslim” jelas Pendiri Museum Dr. Nashir.

Menurut Syaikh Dr. Nashir, terdapat juga miniatur kota Madinah alMunawwarah dan kota Makkah al-Mukarramah pada masa kehidupan Rasulullah SAW secara utuh. “Harapanya, di masa depan, wahana ini dapat memudahkan calon jama’ah untuk lebih memahami prosesi ibadah haji dan umrah,” ujarnya.

“Saya berdo’a agar Museum internasional Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam di Indonesia ini dapat segera terwujud dalam waktu yang sangat cepat. Apalagi Sekjen  Rabithah al-Alam al-Islami, Syaikh Dr. Muhammad Abdul Karim al-Isa, juga memberikan perhatian yang sangat besar terhadap museum ini,” jelasnya.

Syaikh Dr. Nashir pun menjelaskan bahwa apa yang akan ditampilkan pada museum Nabi Muhammad SAW, semuanya bersumber dari Al-Quran dan hadits-hadits Rasulullah Muhammad SAW.

Berikut ini adalah video prosesi pembangunan dan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Museum Internasional Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam Indonesia. Adapun ketua panitia pembangunan museum ialah H. Syafruddin yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi (RB) RI 2018-2019 itu. Selamat menyaksikan. Semoga bermanfaat.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani