Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=ln8O7hhiIhQ / Tawaf TV

DMI.OR.ID, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) telah menerima Kunjungan Hormat dan Lawatan Studi Banding dari 12 anggota delegasi Majlis Agama Islam Melaka (MAIM), Malaysia, pada Rabu (30/10) siang, Pukul 14:00 WIB, di Kantor PP DMI, Jalan Jenggala I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Berdasarkan pantauan DMI.OR.ID, delegasi MAIM dipimpin oleh Tuan Haji Musa bin Mohammad. Sedangkan PP DMI dipimpin oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) PP DMI, Drs. H. Syafruddin, M.Si. Kunjungan ini bertujuan untuk studi banding dan mempererat silaturahmi antara DMI dan MAIM serta organisasi Islam di Indonesia dan Malaysia.

Dalam kegiatan ini, turut hadir Ketua PP DMI, Drs. H. Muhammad Natsir Zubaidi, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP DMI, Drs. H. Imam Addauruqthni, M.A., serta Ketua dan Sekretaris Departemen Hubungan Antar Lembaga dan Hubungan Luar Negeri PP DMI, yakni Dr. Ir. H. Hayu Susilo Prabowo, M.Hum., dan Drs. H. Bunyan Saptomo, M.A.

“Delegasi MAIM dari Malaka, Malaysia, ingin belajar tentang keanekaragaman corak pengelolaan masjid di Indonesia. Hal ini sangat menarik bagi mereka karena berbeda dengan corak pengelolaan masjid di Malaysia yang seragam dan diatur oleh pemerintah,” tutur H. Muhammad Natsir pada Rabu (30/10) sore, saat diwawancarai DMI.OR.ID.

Di Indonesia itu menarik, lanjutnya, karena corak pengelolaan masjidnya beraneka ragam. Indonesia lebih unggul dari Malaysia terkait menyatukan pemahaman agama dalam konteks rahmatan lil a’lamin.

“Pemahaman Islam wasathiyyah tidak hanya moderat, tetapi juga berpegang teguh pada agama, di samping bersikap toleran dan seimbang serta berkeadilan dala konteks yang kaffah dan komprehensif,” jelasnya.

Menurutnya, delegasi MAIM dari Malaka, Malaysia, juga akan berkunjung ke sejumlah masjid di Indonesia seperti Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Masjid Agung al-Azhar, Masjid Istiqlal, dan Masjid Raya Bandung, serta akan berziarah ke makam Wali Songo di Pulau Jawa.

Seperti dilansir dari laman https://www.youtube.com/watch?v=ln8O7hhiIhQ / Tawaf TV, Haji Musa bin Mohammad menyatakan bahwa Indonesia terpilih menjadi negara tujuan studi banding. “Khususnya untuk mempelajari pemberdayaan dan pengelolaan masjid oleh DMI,” imbuhnya.

“Indonesia menjadi negara dengan jumlah masjid dan musholla terbesar di dunia, mencapai 800 ribu hingga 1 juta bangunan. Bahkan mayoritas masjid didirikan dan dikelola secara swadaya oleh masyarakat. Dalam hal ini, Indonesia lebih ungguh dari Malaysia,” papar Haji Musa pada Rabu (30/10).

Keistimewaan lainnya, lanjut Haji Musa, masjid di Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah mahdah saja, tetapi juga menyediakan jasa pendidikan Islam dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Bahkan masjid menjadi pusat aktivitas kemasyarakatan dan syiar Islam.

Usai pertemuan, DMI dan MAIM juga saling bertukar cendera mata. Berikut ini adalah video kunjungan delegasi MAIM, Malaysia, ke Kantor PP DMI di Jakarta Selatan pada Rabu (30/10) siang. Selamat menyaksikan. Semoga bermanfaat.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani