Sumber: Sekretariat Wapres RI/ https://www.youtube.com/watch?v=_Odmvp_41c8&t=122s

DMI.OR.ID, BANJAR – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), DR (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, menyatakan bahwa pemerintah RI akan membantu pembangunan kembali Masjid Raya di Marawi, FIlipina, yang telah hancur akibat Krisis Marawi.

“Dan Indonesia, Presiden (Ir. H. Joko Widodo) sudah menyetujui untuk membantu membangun kembali masjid raya yang hancur akibat perang di Marawi. Ini sangat penting sebagai tanda bahwa Indonesia selalu berperan yang baik untuk bangsa-bangsa tersebut,” tutur Wapres Kalla pada Jumat (1/3), seperti dikutip dari laman https://www.antaranews.com/.

Wapres Kalla menyatakan hal itu saat menutup kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) Tahun 2019 di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda Al Azhar, Citangkolo, Banjar Patroman, Kota Banjar, Jawa Barat.

Menurut Wapres Kalla yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu, konflik-konflik yang terjadi di sejumlah negara Islam atau konflik keagamaan di sejumlah negara kawasan disebabkan oleh adaya ketidakadilan terhadap sekelompok masyarakat.

“Kalau kita lihat dunia Islam pada hari ini, maka tidak lepas dari masalah kedaulatan dan masalah keadilan yang menyebabkan satu sama lain saling berperang. Begitu pula di sekitar negara Association of South East Asian Nations (ASEAN) ini. Di FIlipina, alhamdulillah sudah hampir selesai persoalannya,” papar  Wapres Kalla.

Upaya pemerintah RI ini, lanjutnya, menjadi bentuk nyata kepedulian Indonesia dalam membantu mencari solusi untuk konflik keagamaan di negara-negara ASEAN.

“Sebagai negara berpenduduk mayoritas Islam, Indonesia memiliki peran penting untuk mewujudkan perdamaian di negara-negara kawasan ASEAN yang sedang berkonflik seperti Thailand Selatan, Myanmar, dan FIlipina,” jelasnya.

Berikut ini adalah video sambutan Wapres Muhammad Jusuf Kalla dalam Munas dan Konbes NU Tahun 2019. Selamat menyaksikan. Semoga bermanfaat.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani