Sumber: https://www.tawaf.tv/watch/3886/Renovasi-Istiqlal-Tidak-Mengubah-Bentuk-Bangunan / Tawaf TV

DMI.OR.ID, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, telah meninjau proyek renovasi Masjid Istiqlal pada Kamis (22/8) sore di Kecamatan Sawah Besar, Kotamadya Jakarta Pusat, Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

Seperti dikutip dari laman https://www.republika.co.id/, Wapres Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) DMI itu mengunjungi proyek renovasi Masjid Istiqlal dengan didampingi oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi (RB) RI, Drs. H. Syafruddin, M.Si., yang juga Wakil Ketua Umum PP DMI.

Turut mendampingi Wapres Jusuf Kalla ialah Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, H. Rudiantara, S.Stat., M.B.A., yang juga Ketua PP DMI dan Menteri Agama (Menag) RI, Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin, yang juga Ketua Majelis Mustasyar PP DMI.

Dalam kunjungan ini, turut hadir Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP DMI, Drs. H. Imam Addaruquthni, M.A., dan Penghubung Umum Pengurus Harian (PH) PP DMI, Drs. H. Syahrul Udjud, S.H.

Dalam keterangannya di depan para wartawan, Wapres Jusuf Kalla menyatakan bahwa renovasi Masjid Istiqlal akan menyediakan fasilitas masjid yang ramah untuk para jama’ah penyandang disabilitas. “Tadi baru disampaikan, bahwa (renovasi) nanti ada lift khusus dan fasilitas lainnya (untuk disabilitas),” imbuhnya.

Wapres Jusuf Kalla juga meninjau sejumlah titik dalam renovasi Masjid Istiqlal. Titik pertama ialah maket Masjid Istiqlal. Wapres juga mendengarkan penjelasan dari petugas kontraktor renovasi. Lalu titik kedua ialah renovasi bagian mihrab masjid dan lighting (pencahayaan) di ruang utama masjid.

Kemudian, Wapres Jusuf Kalla pun mendapat penjelasan dari petugas kontraktor renovasi mengenai proses pembersihan lantai marmer Masjid Istiqlal. “Ya ini bagus, ini kan hanya memoles bukan membangun, (karena Masjid Istiqlal) tidak boleh dirobohkan karena bangunan cagar budaya,” ujarnya.

Wapres Jusuf Kalla pun berharap agar proyek renovasi Masjid Istiqlal akan semakin mempercantik masjid dan membuat jama’ah lebih khusyuk untuk beribadah.

“Memang efektif, kita tidak bermaksud apa, warisan daripada Bung Karno (Presiden Ir. H. Soekarno) diubah, enggak. Hanya istilahnya mengkinclongkan. Artinya mempercantik, memperindah dan lebih efektif,” ungkapnya.

Seperti dikutip dari laman https://www.cnnindonesia.com/, Ketua Bidang Protokol dan Hubungan Kemasyarakatan (Humas) Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI), H. Abu Hurairah Abdul Salam, M.A., menyatakan bahwa proyek renovasi Masjid Istiqlal diperkirakan menelan biaya senilai Rp 465,3 miliar.

“Pelaksanaan renovasi Masjid Istiqlal telah dimulai sejak 6 Mei 2019 dan diperkirakan rampung dalam 10 bulan ke depan. Anggaran tersebut akan digunakan untuk merenovasi bagian dalam masjid seperti kamar mandi dan fasilitas wudhu. Ia menyebut kondisi kamar mandi dan fasilitas wudhu saat ini sudah rusak,” tutur H. Abu Hurairah pada Ahad (21/7).

Anggaran renovasi itu, lanjutnya, juga ditujukan untuk pemasangan 104 Closed Circuit Television (CCTV), penggantian karpet, dan renovasi mihrab yang ada di lantai utama masjid. “Perbaikan mihrab pun akan meliputi tata suara (akustik), cahaya, dan udara,” paparnya.

“Itu karpet diganti, karpet dan mihrab. Mihrab itu yang di atas ya, lantai utama. Mihrab yang sekarang ada kaligrafi Allah, Muhammad. Pokoknya, tempat peng-Imam-an,” ucapnya.

Menurutnya, renovasi Masjid Istiqlal juga meliputi perombakan lantai dasar masjid, instalasi listrik, dan penyejuk ruangan (Air Conditioner/ AC).

“Sekarang, ruangan-ruangan itu satu AC, nanti dibikin AC sentral. Lalu ada pembersihan dinding berlapis marmer dan stainless steel. Tidak diganti, tapi digosok lagi. Bahan stainless steel juga begitu (digosok),” tuturmya.

Selain itu, ujarnya, ruang Very Important Person (VIP) juga akan diperluas dan dipercantik. Nantinya, tersedia lift sebagai sarana untuk penyandang disabilitas,” ujar H. Abu Hurairah.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani