Sumber: Thawaf TV / https://www.youtube.com/watch?v=AoCsTLxG-nc

DMI.OR.ID, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), Dr. (HC.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), telah menerima pimpinan dari 18 organisasi kepemudaan Islam pada Senin (11/3) di Kantor Wapres RI, Jakarta.

Dalam pertemuan ini Wapres Jusuf Kalla didampingi oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) PP DMI, Drs. H. Syafruddin, M.Si., yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi (RB) RI.

Turut hadir anggota Majelis Pakar PP DMI, Prof. H. Azyumardi Azra, M.A., Ph.D., yang juga Staf Khusus Wapres RI, serta Wakil Ketua Umum PP DMI, Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi (Pol). Purn. Drs. H. Syafruddin, M.SI., yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (RB).

Hadir juga Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP DMI, drg. H. Muhammad Arief Rosyid Hasan, M.Kes, dan Penghubung Umum Pimpinan Harian (PH) PP DMI, Drs. H. Syahrul Udjud, S.H.

Adapun 18 organisasi kepemudaan Islam yang hadir ialah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Pelajar Islam Indonesia (PII), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Pemuda Persatuan Islam (Persis), Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Himpunan Mahasiswa Persis, Pemuda Persis, Pemuda Al Irsyad, dan Syabab Hidayatullah.

Turut hadir Barisan Muda Al Ittihadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Pemuda Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), Gerakan Pemuda (GP) Al Washliyah, HMI Majelis Permusyawaratan Organisasi (MPO), Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI), dan Pemuda Muslim Indonesia (PMI) Syarikat Islam (SI).

Seperti dikutip dari laman https://www.antaranews.com/, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Irfan Ahmad Fauzi, menyatakan bahwa Wapres Kalla mengarahkan agar pemuda Muslim fokus kepada pembangunan ekonomi dan peran ekonomi umat.

“Arahan beliau agar anak-anak muda, terutama anak muda Islam, untuk fokus pada pembangunan ekonomi dan peran ekonomi umat, serta persoalan hari ini yang perlu dipecahkan,” papar Irfan pada Senin (11/3) siang.

Menurutnya, masih banyak persoalan di kalangan umat, khususnya masalah ketimpangan kesejahteraan dan perekonomian umat. “Peran pemuda Islam harus dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi persoalan itu,” imbuhnya.

“Harapannya, agenda anak-anak muda ini menjadi lebih nyata, lebih konkrit, bahwa ke depan, kita yang akan menjadi salah satu motor untuk menggerakkan ekonomi umat,” paparnya.

Kehadiran 18 organisasi kepemudaan Islam ini, lanjutnya, dipersatukan oleh visi dan harapan yang sama. “Kami akan melibatkan masjid sebagai sarana awal untuk memulai upaya pembangunan ekonomi umat,” ungkapnya.

“DMI menjadi fasilitator bagi kami untuk membangun persatuan di kalangan umat Islam, terutama visi pembangunan ekonomi yang berawal dari masjid,” jelasnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani