Sumber: Berita Satu, https://www.youtube.com/watch?v=gVOp7kTLpb0

DMI.OR.ID, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), DR. H. Muhammad Jusuf Kalla, menegaskan keyakinannya bahwa para pelaku terorisme akan mendapat balasan di neraka karena mengikuti pemahaman yang salah, bahkan sesat.

“Mereka (pelaku) itu pastilah mendapat balasan yang lebih tinggi di neraka apabila melaksanakan seperti itu (aksi terorisme),” tutur Wapres Kalla yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu pada Kamis (25/5), dalam keterangan pers-nya di Jakarta, seperti dikutip dari lamanĀ http://nasional.kompas.com.

Menurutnya, para teroris mengikuti ajaran-ajaran yang sesat, yakni menganggap perbuatan mereka ketika membunuh petugas negara (polisi) itu sebagai amal ibadah dan mendapatkan pahala.

“Ini kan terjadi karena ajaran-ajaran itu sesat, yang menganggap dengan membunuh petugas negara itu mereka merasa beramal,” papar Wapres Kalla.

Wapres Kalla menyatakan hal itu saat menanggapi peristiwa dua ledakan bom bunuh diri di terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu (24/5), jelang tibanya bulan Ramadhan 1438 Hijriah (H). Akibat aksi terorisme ini, dua orang pelaku bom bunuh diri tewas dan tiga orang petugas kepolisian yang sedang bertugas menjaga pawai obor pun wafat sebagai syuhada.

Wapres Kalla juga mengimbau agar masjid-masjid di Indonesia dapat terus menyampaikan taushiyah dan ceramah agama yang menyejukkan, menekankan arti penting kedamaian, dan kebersamaan bagi ummat Islam, sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap aksi terorisme

“Saya juga meminta di bulan puasa ini nanti, masjid-masjid dalam ceramahnya harus menekankan arti kedamaian, kebersamaan kepada masyarakat. Juga kewaspadaan untuk melihat kondisi seperti ini,” tegas Wapres Kalla yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat itu.

Selain korban meninggal dunia, terdapat pula korban luka-luka akibat bom di terminal Kampung Melayu, yakni enam anggota kepolisian yang luka berat dan telah dirawat di rumah sakit, serta lima warga sipil yang terluka, yakni sopir angkutan umum Kopaja, mahasiswi, dan karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Berdasarkan video keterangan pers Wapres Kalla, seperti dikutip dari laman https://www.youtube.com/watch?v=gVOp7kTLpb0, Wapres Kalla juga menyampaikan rasa belasungkawa pemerintah dan dirinya kepada para korban ledakan bom di terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur.

“Pemerintah, dan tentu dalam hal ini semua kita, menyatakan belasungkawa atas tewasnya anggota kepolisian yang sedang menjalankan tugas di sana (Kampung Melayu) dan juga korban yang lainnya. Ini tentu memperingatkan kita bahwa potensi teroris di Indonesia ini masih ada, dan karena itu kita harus selalumemperhtikan dan berhati-hati, dan waspada,” ungkap Wapres Kalla.

Masyarakat, lanjutnya, harus selalu kerja sama dengan aparat negara. Apabila melihat kelainan-kelainan, masyarakat harus segera melaporkan kepada aparat negara, polisi atau tentara.

“Tentu kita harus selalu berhati-hati. Ini teroris sudah mendunia karena dimanapun, baru saja kita mendengar, dari Inggris ini ke Indonesia. Jadi, di samping berbelasungkawa, kita tentu harus tetap waspada,” ucapnya.

Wapres pun mengajak kepolisian dan tentara harus lebih aktif lagi dalam melawan (counter) aksi-aksi terorisme. “Tapi, tidak akan mungkin ini tanpa partisipasi masyarakat, artinya jika ada kelainan di tetangganya, di sekitrnya, melihat ada sosok yang mencurigakan, ini harus segera dilaporkan,” ujar wapres Kalla.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani