DMI.OR.ID, SIDOARJO – Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Drs. H. Saifullah Yusuf telah memberikan kata sambutan sekaligus menutup secara resmi kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dan Halal bi Halal Pimpinan Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada Ahad (23/7).

Kegiatan ini mengangkat tema Penguatan Kinerja DMI Dalam Meningkatkan Ekonomi Jama’ah Masjid serta dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) DMI Jatim, Drs. H. Muhammad Roziqi, M.M., M.B.A.

Turut hadir dan memberikan kata sambuan yakni Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) DMI, Drs. KH. Masdar Farid Mas’udi, M.Si., yang juga Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dalam sambutannya, Wagub Syaifullah Yusuf menyatakan bahwa Masjid harus dikelola secara profesional sebagai tempat ibadah bagi ummat Islam sekaligus menjadi pusat kegiatan masyarakat di sekitarnya. Masjid juga berperan penting sebagai kontrol sosial bagi masyarakat, dan tempat mengembangan nilai-nilai pancasila, serta memajukan perekonomian jamaah masjid.

“Ada beberapa hal penting yang perlu mendapatkan perhatian. Pertama, peran masjid sebagai kontrol sosial. Masjid perlu membantu pemerintah dalam menggalakkan sosialisasi anti narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). setiap hari semakin banyak yang terlibat kasus penyalahgunaan narkoba,” tutur Wagub Syaifulah pada Ahad (23/7).

Seperti dikutip dari koran Jawa Pos edisi cetak, Senin (24/7), yang dimuat dalam laman https://www.pressreader.com, Wagub Syaifullah Yusuf pun berpendapat bahwa korban penyalahgunaan narkoba bisa berasal dari umur berapa pun dan kelompok masyarakat mana pun.

“Mulai dari pelajar, pegawai negeri sipil (pns), hingga aparat keamanan, semuanya bisa terkena dampak penyalahgunaan narkoba. Pengurus masjid harus bergerak aktif merespon hal ini dan menabuh genderang perang terhadap narkoba,” paparnya.

Hal penting kedua, ungkapnya, ialah gerakan radikalisme atau pandangan radikal yang dapat membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Belakangan ini, gerakan-gerakan radikal bergerak semakin luas.

“Tugas pengurus masjid ialah menjadikan masjid sebagai tempat diskusi dan pengebangan nilai-nilai Pancasila. Masjid harus menjadi pencerah bagi jama’ahnya sehingga masyarakat tidak terlibat dalam gerakan-gerakan radikal yang membahayakan keberlangsungan NKRI,” jelasnya.

Adapun hal penting ketiga, imbuhya, ialah fungsi masjid di bidang perekonomian. Apalagi jumlah kepala keluarga (KK) di Jatim yang taraf hidupnya di dalam (di sekitar) garis kemiskinan masih mencapai 1,2 juta KK. “Mudah-mudahan persoalan ini dapat selesai jika masjid ikut berperan aktif dalam kegiatan perekonomian, harapnya.

Menurutnya, masjid akan terus berkembang baik jika pengelolaannya dilakukan secara kreatif oleh lembaga takmir dan jama’ah masjid. “Sudah banyak contohnya masjid berkembang maju karena dikelola secara kreatif oleh lembaga takmir dan jama’ahnya,” pungkas wagub Jatim yang akrab disapa Gus Ipul ini.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani