DMI.OR.ID, POSO – Islam merupakan agama yang damai, saling bersaudara, dan bersahabat. Prinsip ini memberikan makna yang besar bagi ummat untuk maju bersama-sama mewujudkan masa depan yang lebih baik.

“Memahami Islam itu, Islam agama yang damai, yang saling bersaudara, bersahabat dan kita memberikan makna yang besar untuk kemajuan kita bersama,” tutur Wakil Presiden (Wapres) RI, Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, pada Rabu (25/7), di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), seperti dikutip dari laman https://kumparan.com.

Tepatnya, saat Wapres Kalla memberikan kata sambutan dalam Peresmian Gedung Auditorium dan Penutupan Acara Peringatan 10 Tahun PPMD Gontor Kampus 13 dan Kampus Putri 6 Ittihadul Ummah. Pondok pesantren ini berlokasi di  Desa Tokorondo, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulteng.

“Anak-anakku sekalian, para santriawan dan santriwati di sini menyerap ilmu. Tentu banyak (yang) datang (dari) berbeda-beda daerah. Itu sangat memberikan kita kenyamanan (untuk) hidup bersama dalam kampus yang baik ini,” tutur Wapres Kalla yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu.

Menurutnya, PPMD Gontor Ittihadul Ummah ini bertujuan untuk membina masyarakat Poso dengan sebaik-baiknya agar mampu melihat jauh ke depan. Khususnya pasca konflik Poso yang membuat antar sesama warga saling curiga, penuh keragu-raguan, dan saling balas dendam.

“Setelah konflik, tentu kita mengalami suasana yang penuh dengan keragu-raguan, penuh dengan kecurigaan, penuh dengan kadang-kadang balas dendam yang terjadi. Oleh karena itu, kita harus membina masyarakat Poso ini sebaik-baiknya untuk melihat jauh ke depan,” ungkap Wapres Kalla pada Rabu (25/7), seperti dikutip dari laman https://news.detik.com/.

Wapres Kalla pun menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh ilmu pengetahuan warganya. “Ilmu pengetahuan memberi andil besar dalam meningkatkan kesejahteraan warga,” paparnya.

“Semua itu hanya dapat diperoleh dari pendidikan yang baik. Kita semua menghargai Ponpes Gontor (karena) dimana pun selalu menunjukkan kemajuan. Menunjukkan dorongan agar santri-santri belajar dengan baik dan hidup dengan baik, dengan etika yang baik,” jelas Wapres Kalla yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat itu.

Wapres Kalla pun mengungkapkan rasa syukurnya terhadap eksistensi PPMD Gontor Ittihadul Ummah yang kini berusia 10 tahun. “Kampus ini sudah jauh lebih lengkap dibanding sebelumnya. Itu atas upaya dari para Kyai, khususnya pemerintah daerah (pemda) dan kita semuanya,” ungkapnya.

Wapres Kalla yang akrab disapa Daeng Ucu ini pun mengucapkan rasa terima kasih kepada para ustaz dan Kyai, serta  masyarakat sekitar PPMD Gontor yang menerima kehadiran pondok pesantren.

“Juga masyarakat sekitar di sini yang menerima kampus ini, pondok ini, sebagai sesuatu yang baik. Juga terima kasih kepada para ustaz yang datang dari jauh, yang mengajar di sini untuk tentu bersama-sama memajukan daerah ini,” imbuhnya.

Wapres Kalla pun menjelaskan arti kata modern kepada para santri. Hal ini terkait erat dengan PPMD Gontor Ittihadul Ummah yang berdiri pasca konflik sektarian bernuansa agama di Poso.

“Karena tentulah modern itu apabila kita berada di jaan tengah. Dan juga tentu memiliki pengetahuan yang baik, (sebagai) bekal ke depan untuk generasi muda kita,” ucapnya seperti dikutip dari laman

Dalam acara ini, Wapres Kalla didampingi oleh pimpinan PPMD Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal, dan jajaran pengurus PPMD Gontor Kampus 13 Ittihadul Ummah. Ia juga didampingi oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si.,  Ketua PP DMI, Drs. KH. Abdul Mannan, dan anggota rombongan lainnya. 

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani