DMI.OR.ID, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, telah mencanangkan Gerakan Masjid Bersih pada Selasa (30/4) di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta. Gerakan Bersih-Bersih Masjid ini diinisiasi oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) RI dan PT. Unilever, Tbk.

Sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) DMI, Wapres Kalla juga menyampaikan kata sambutan dalam acara ini. Beliau juga menyaksikan penyerahan piagam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) kepada Ketua PP DMI, Drs. KH. Abdul Mannan A. Ghani.

Seperti dikutip dari laman https://khazanah.republika.co.id/, Perhargaan MURI ini terkait erat dengan 2.130 masjid di 13 kota se-Pulau Jawa yang telah dilakukan program Bersih-Bersih Masjid oleh DMI dan PT. Unilever, Tbk.

Prosesi penyerahan piagam MURI ini juga disaksikan oleh Ketua-Ketua PP DMI, yakni Drs. H. Andi Mappaganti, M.M., Prof. Dr. dr. H. Fachmi Idris, M.Kes., yang juga Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, dan Dr. Hj. Maria Ulfah Anshor, M.Si.

Dalam sambutannya, Wapres Kalla mengajak seluruh pengurus, da’i, khatib, muballigh,marbot dan jama’ah masjid untuk mendukung Program Masjid Bersih. Program ini telah dicanangkan DMI dan terlaksana atas kerja sama dengan Kemenag RI dan PT. Unilever, Tbk.

“Jelang bulan suci Ramadhan, hendaknya semua umat Islam menggalakkan program masjid bersih. Sehingga betul-betul masjid itu harus bersih. Kita ubah (menjadi) gerakan masjid bersih, bukan bersih-bersih (masjid). Tapi, yang permanen ialah masjidnya harus bersih,” papar Wapres Kalla dalam sambutannya pada Selasa (30/4).

Selain kebersihan masjid secara fisik, lanjutnya, masjid pun harus bersih dari unsur radikalisme. “Hal ini penting,” imbuhnya.

Menurutnya, sangat penting bagi pengurus masjid, khatib, Kiai, Ustadz, dan muballigh untuk mencegah radikalisme dari dalam masjid. “Itulah fungsi daripada pengurus, fungsi daripada khotib, fungsi daripada kiai, ustad, untuk memberikan taushiyah atau ceramah untuk membersihkan jiwa, itulah ibadah, manfaat daripada ibadah,” ujar Wapres Kalla.

DMI, ungkapnya, telah membuat satu sistem untuk mencari ustadz-ustadz dan penceramah yang mampu memberikan taushiyah kepada jama’ah di masjid dengan baik.

“Kita akan ada aplikasi itu bagaimana memilih ustad-ustad yang oleh DMI sudah disaring dengan baik, yang dapat memberikan taushiyah yang baik untuk mencegah terjadi, katakanlah yang disebut radikalisme dan sebagainya, tergantung itu,” jelasnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani